Hari pertama ajang balap sepeda Banyuwangi International BMX 2019 yang digelar di Sirkuit Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu, pebalap asal Britania Raya, Inggris, Quillan Isidore memenangi kategori Elite Men, sedangkan kategori Elite Women dimenangi Sarah Walker asal Selandia Baru.

Quillan Isidore memenangi kategori Elite Men dengan catatan waktu 33,088 detik, dengan mengungguli dua pesaing terdekatnya, yakni Cristobal Andres Palominos Rodriguez asal Chile dan Philip Schaub asal Jerman.

"Balapan ini memiliki atmosfer yang bagus. Saya pernah bermain di World Cup, tetapi atmosfernya di sini lebih seru daripada World Cup. Kami semua menyukainya," kata Isidore, yang juga juara dunia BMX U-16 pada 2012 itu.

Baca juga: Banyuwangi cetak sejarah baru jadi tuan rumah balap BMX level tertinggi

Isidore mengatakan, kedatangannya ke Banyuwangi merupakan bagian dari rencana tampil di Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

"Saya berusaha bermain di Tokyo. Saat ini saya masih belum lolos ke sana (Olimpiade Tokyo 2010)," kata pebalap sepeda BMX berusia 23 tahun itu.
 
Atlet Balap Sepeda BMX tim asal Selandia Baru Sarah Walker (tengah) bersama Pebalap Australia Carolina Buchanan (kiri) dan Pebalap Jerman Nadja Pries (kanan) menaiki podium setelah menjadi yang tercepat pada kompetisi Banyuwangi BMX Intenational 2019 kategori Women Elite di Sirkuit BMX Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (26/10/2019). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/foc.


Sementara Sarah Walker menjadi yang terbaik pada kategori Elite Women, peraih medali perak di Olimpiade 2012 ini menyentuh garis akhir dengan catatan waktu 37.727 detik, dan pebalap Walker unggul atas Caroline Buchanan dari Australia dan Nadja Pries asal Jerman.

Sedangkan pebalap asal Indonesia, I Gusti Bagus Saputra menjadi satu-satunya pebalap pencapaian terbaik pada hari pertama ajang balap sepeda BMX di Sirkuit Muncar.

Bagus berhasil mencapai finis di posisi keenam dengan catatan waktu 34.771 detik, atau selisih satu menit di belakang pebalap Isidore.

"Saya puas bisa sampai finis di posisi keenam. karena ini pertama kali saya bisa bermain final pada balapan world class. Persaingan tahun ini tambah besar, karena negara pesertanya lebih banyak dan pebalapnya juga level top di dunia BMX," katanya.

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019