Hujan abu Gunung Merapi menerjang sebagian wilayah Srumbung Magelang  wilayah Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu.

Sedikitnya empat dusun yang berada di lereng barat Gunung Merapi yakni Kaliurang Selatan, Kaliurang Utara, Cepagan dan Dusun Sumberejo, Kecamatan Srumbung diguyur hujan abu vulkanik.

"Hujan abu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB," kata salah satu warga Dusun Sumberejo, Suwardi.

Hujan abu Gunung Merapi kali ini intensitasnya tipis dan dirasakan oleh warga yang tengah beraktivitas di luar rumah.

Butiran abu vulkanik terlihat menempel di dedaunan maupun sepeda motor warga yang berada di luar rumah.

"Saya lagi ngerjain rumah, hujan abunya kelihatan. Tidak dirasakan pedih di mata, karena terlalu lembut," katanya.

Hal yang sama disampaikan warga lainnya Dwiyono yang menuturkan hujan abu vulkanik tidak berlangsung lama.

"Saya merasakan abunya saat keluar dari masjid setelah sholat Dzuhur. Hujan abunya juga tidak lama, sekitar 10 menit," katanya.

Desa Kaliurang hanya berjarak sekitar 8 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang telah mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Merapi dengan ribuan masker yang siap dibagikan ke masyarakat jika dibutuhkan.

Saat letusan terjadi, warga yang bermukim di kawasan rawan bencana erupsi Gunung Merapi ini tidak panik. Mereka beraktivitas seperti biasa.

"Tidak mendengar suara apa-apa dari Merapi. Biasa saja," kata Dwiyono.

Hujan abu vulkanik ini terjadi setelah terjadi awan panas letusan di Gunung Merapi pada pukul 11.36 WIB.

Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas letusan terekam di seismogram dengan amplitudo 70 milimeter dan durasi 125 milimeter dengan tinggi kolom asap kurang lebih 800 meter dari puncak.

Sejak 21 Mei 2018, Gunung Merapi berstatus waspada, zona aman untuk aktivitas warga berada 3 kilometer dari puncaknya.(*)

Pewarta: Heru Suyitno

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019