Upaya pemadaman api di Lereng Gunung Arjuno, yang berada di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, akan menggunakan skema water bombing atau penyiraman air dari udara dengan helikopter.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Achmad Choirur Rochim mengatakan bahwa keputusan tersebut muncul setelah rapat koordinasi antarpemangku kepentingan, yakni Wali Kota Batu, BPBD, dan Tahura Raden Soerjo.

"Hasil rapat koordinasi, pertama, penanganan kebakaran hutan Gunung Arjuno menggunakan water bombing dan penetapan status tanggap darurat," kata Rochim di Kota Batu, Rabu.

Rochim menjelaskan, rencana penggunaan helikopter untuk menyiramkan air pada area yang mengalami kebakaran tersebut masih dalam pembahasan lebih lanjut. Sehingga, belum ada rencana mendetail terkait langkah yang akan ditempuh itu.

Menurut Rochim, pihaknya belum bisa melakukan mobilisasi instansi lain untuk turut serta dalam penanganan kebakaran hutan itu. Sebab, dengan kondisi medan yang cukup berat, perlu memperhatikan keselamatan kerja personel dari instansi lain tersebut.

Baca juga: Pemadaman api di Gunung Arjuno terkendala curamnya medan
Baca juga: Tahura Raden Soerjo kembali kirim tim pemadam kebakaran ke Gunung Arjuno

Selain itu, juga ada kendala peralatan yang saat ini masih terbatas untuk menanggulangi musibah kebakaran khususnya pada area hutan dan lahan, termasuk belum adanya Pos Pantau Gunung Arjuno. "Tahura belum memiliki pos pantau, rencananya, akan segera dibangun pos pantau Gunung Arjuno," kata Rochim.

Ke depan, dalam upaya untuk meminimalisir terjadinya kebakaran di Gunung Arjuno, akan dilakukan peningkatan kapasitas porter yang berada di jalur Sumbergondo. Diharapkan, dengan adanya peningkatan kapasitas porter tersebut, nantinya bisa membantu pemadaman pada saat terjadi kebakaran.

Kebakaran di Lereng Gunung Arjuno memiliki tipe kebakaran lantai hutan. Bagian yang terbakar adalah serasah dari daun cemara yang menumpuk dan kering pada saat musim kemarau sehingga mudah terbakar.

Kebakaran tersebut bermula pada Minggu (28/7). Awal kebakaran tersebut berhasil dengan cepat ditangani dan pada Senin (29/7) telah berhasil dipadamkan. Namun, akibat hembusan angin yang cukup kencang membuat bara api sisa kebakaran, kembali memunculkan api.

Kebakaran kali kedua tersebut lebih sulit untuk dipadamkan karena lokasi kebakaran di Blok Gentong Growah, Gunung Arjuno tersebut memiliki kemiringan hingga lebih dari 60 derajat.*

Pewarta: Vicki Febrianto

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019