Banyuwangi (Antaranews Jatim) - Kementerian Keuangan menghibahkan sejumlah peralatan teknologi informasi yang sebelumnya digunakan pada perhelatan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia untuk sekolah perdesaan di Banyuwangi.

Hibah tersebut diserahkan Sekretaris Jenderal Kemenkeu Hadiyanto kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, yang disaksikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) di Aula Gedung Keuangan Negara, Denpasar, Bali, Kamis.

"Ini salah satu bentuk terima kasih pemerintah pusat atas dukungan Banyuwangi," kata Menkeu Sri Mulyani dalam keterangan tertulis dari Pemkab Banyuwangi.

Pada pertemuan tahun International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) yang berlangsung 8-14 Oktober lalu di Bali, Banyuwangi ditetapkan sebagai daerah penyangga Bali oleh pemerintah pusat.

Sri Mulyani berharap peralatan TI tersebut bisa bermanfaat untuk masyarakat Banyuwangi, terutama untuk menunjang pelaksanaan pelayanan publik dan pendidikan.

Peralatan teknologi berupa laptop dan printer itu merupakan hasil pengadaan pemerintah pusat pada Agustus 2018 untuk keperluan pertemuan tahunan internasional yang diikut lebih dari 17.000 delegasi dari seluruh dunia.

"Ini hanya digunakan selama satu minggu, selama pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018. Jadi masih terhitung baru," kata Menkeu.

Sri Mulyani menjelaskan, semua perangkat yang diserahkan ke Banyuwangi memiliki spesifikasi tinggi. Laptop yang dihibahkan memiliki spesifikasi 17 RAM 8GB, ROM 1 TB, Windows 10 Pro, Microsoft Office, screen 15.6 inch, include antivirus Kaspersky and mouse Logitech) dan printer HP Laserjet M102A. Total ada 100 laptop dan 50 printer yang dihibahkan senilai Rp1,7 miliar.

"Harapan kami akan digunakan oleh tangan-tangan kreatif, sehingga memunculkan kreator-kreator yang hebat dari alat ini," kata Sri Mulyani.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang terus mendukung upaya Pemkab Banyuwangi memajukan daerah.

"Setelah infrastruktur pariwisata kami dibenahi, kini pusat memberi kami bantuan peranti teknologi yang sangat berkualitas," kata Anas.

Anas mengatakan, pemkab akan menempatkan perangkat tersebut ke sekolah-sekolah di perdesaan, terutama yang secara georafis terletak jauh dari pusat kota. Selain itu, juga ke pesantren dan rumah kreatif untuk membantu pemasaran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Sehingga bisa memberi dampak nyata bagi masyarakat, terutama untuk meningkatkan daya saing pelajar di tingkat desa, para santri, serta UMKM," ujar Anas.(*)

Pewarta: Masuki M Astro

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018