Surabaya (Antaranews Jatim) - Ribuan warga Tenggilis, Kota Surabaya, Jatim,  mendoakan Fandi Utomo menjadi Calon Wali Kota Surabaya untuk maju dalam pemilihan kepala daerah setempat yang akan digelar pada 2020. 
     
Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Surabaya Musyafak Rouf, di Surabaya, Rabu, mengatakan doa dari ribuan warga Tenggilis itu disampaikan pada saat merayakan tradisi budaya tahunan "Grebeg Suro" dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1440 hijriyah di halaman masjid Al Mustaqim, Tenggilis pada Selasa (25/9) malam.
     
"Mereka yang hadir untuk berdoa dan berharap di tahun baru Islam ini senantiasa diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah. Tidak hanya itu ribuan warga juga mendoakan PKB menang di Pileg dan Pilres 2019," ujarnya.
     
Menurut dia, doa yang dipanjatkan di acara Grebeg Syuro ini penting karena bulan Syuro tersebut merupakan bulan disaat para nabi hijrah dari tempat yang maksiat ke tempat yang mendapatkan hidayah.
     
Selama ini, lanjut dia, respons masyarakat atas dukungan Fandi Utomo sebagai Wali Kota Surabaya bagus. Warga Surabaya menilai Fandi Utomo mampu memimpin Surabaya menjadi lebih baik.
     
Sementara itu, Fandi Utomo yang merupakan caleg DPR RI dari PKB mengatakan dirinya sangat mengapresiasi acara Grebeg Suro yang diadakan warga Tenggilis tersebut.  Bahkan dia sangat respek dengan tradisi turun temurun yang ternyata masih konsisten dilaksanakan. 
     
"Kelak jika saya sudah duduk di pemerintahan, akan tetap mendukung dan menjamin agar tradisi semacam Grebeg Suro tetap terlaksana," katanya. 
     
Ia sendiri sebelumnya menginstruksikan kader dan pengurus DPC PKB Surabaya mensosialisaikan Fandi Utomo sebagai bakal Cawali Surabaya dengan mengeluarkan surat Nomor 027/DPC-03/V/B2/VIII/2018.
     
"Surat instruksi ini diambil setelah PKB keliling ke para kiai, ulama, aktivis NU dan sesepuh di Surabaya yang mengiginkan Wali Kota Surabaya kedepan harus dari kader PKB," katanya. (*)

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018