Surabaya (Antaranews Jatim) - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya terus menciptakan sejumlah inovasi baru terkait pelayanan publik setelah mendapatkan penghargaan kategori "Dukcapil Bisa" dari Kementerian Dalam Negeri beberapa hari lalu.
     
Kepala Dispendukcapil Surabaya Suharto Wardoyo, di Surabaya, Senin, mengatakan penghargaan "Dukcapil Bisa" untuk wilayah jumlah besar diberikan Kemendagri kepada Surabaya di acara Rakorbas Dukcapil II 2019 yang digelar di Semarang, Jateng pada 12 September 2018.
     
"Itu atas capaian target tertinggi penerbitan akta kelahiran, perekaman KTP elektronik, kualitas pelayanan, inovasi dan kinerja kepala dispendukcapil," katanya.   
     
Menurut dia, ada tiga dispendukcapil di Indonesia yang mendapatkan penghargaan "Dukcapil Bisa" yakni Kota Surabaya, Kota Madiun, dan Kota Malang. Ada juga instasi pemerintah lain yang mendapatkan penghargaan seperti BPJS kesehatan dan Bupati Merauke yang mendukung Gerakan Sadar Kependudukan.
     
"Surabaya nilai tertinggi untuk penduduk jumlah di atas 2 juta," ujarnya.
     
Menurut dia, ada 14 inovasi yang menjadi penilaian Kemendagri yakni enam aplikasi pelayanan daring, tiga paket pelayanan, pelayanan akta kelahiran dan Kartu Keluarga (KK) di rumah sakit/puskesmas/klinik bersalin.
     
Selain itu, ada pelayanan akta kematian dan KK di tempat pemakaman umum, pelayanan jasa mengantar ke rumah,  pelayanan mobil keliling akta kelahiran dan pelayanan jemput bola perekaman KTP elektronik di rumah/sekolah/rumah sakit/rumah tahanan.
     
Untuk Surabaya, lanjut dia, yang mendapat penilaian adalah kinerja berdasarkan inovasi pelayanan publik seperti Pelayanan Go Akta (pemesanan berupa mengantar akta kelahiran/kematian dan KK sampai ke rumah).
     
Selain itu ada paket pelayanan yang disediakan Dispendukcapil Surabaya berupa paket akta perkawinan, KK dan KTP elektronik pasangan suami dan istri status kawin, paket akta kematian di pemakaman Surabaya, paket pelayanan akta perceraian, pecah KK jadi dua KK dan KTP elektonik dengan status cerai hidup.
     
"Ada juga paket pelayanan pindah datang berupa KK dan KTP elektronik suami, istri dan anak yang sudah 17 tahun ke atas," ujarnya.
     
Meski mendapat penghargaan, Suharto tidak cepat puas melainkan pihaknya terus menciptakan sejumlah inovasi baru pelayanan publik di Surabaya. Ia berharap dengan banyaknya inovasi memudahkan warga Surabaya mengurus adminsitrasi kependudukan. (*)

 

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018