Surabaya (Antaranews Jatim) - Pemerintah Kota Surabaya memberikan penghargaan kepada salah satu pemain Timnas Indonesia U-16 Muhammad Supriyadi atas prestasinya membawa Indonesia menjadi juara di piala AFF U-16 berupa sekolah sepak bola di Liverpool.
     
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, di Surabaya, Senin, mengatakan alasan menyekolahkan Supriadi ke Liverpool untuk melatih mental, kerja sama dan skill individunya.
     
"Saya ingin dia belajar profesional untuk menjadi pemain bola," katanya.
     
Saat ditanya terkait rujukan sekolah sepak bola di Liverpool untuk Supriyadi, Risma belum merinci sepenuhnya. Namun dari hasil pengamatannya, sekolah yang dituju tersebut merupakan sekolah sepak bola tertua di Liverpool.
     
Lebih lanjut, Risma menyatakan sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah sepak bola itu di Liverpool. Bahkan, Risma memastikan Supriadi akan mengenyam semua pendidikan sepak bola di sekolah tersebut. 
     
"Sekolah itu bukan bagian klub Liverpool FC, tapi memang sekolah sepak bola, bukan klub," ujarnya.   
     
Terkait biaya, wali kota perempuan pertama di Surabaya mengaku sudah memiliki anggaran khusus untuk menyekolahkan Supriadi dan 10 pemain muda lainnya yang tergabung dalam Sekolah Sepak Bola (SSB).  "Semua biaya ditanggung Pemkot Surabaya," katanya. 
     
Dengan adanya program ini, Risma berharap Supriadi mampu menjadi pemain profesional seperti halnya Radja Nainggolan, pemain berdarah Indonesia yang kini bermain di klub AS Roma, Italia.
     
Dengan bekal dan kemampuan yang mumpuni ketika menimba ilmu di Liverpool, ke depan, Risma tidak menampik munculnya tawaran-tawaran dari klub-klub asing yang kompeten untuk Supriyadi.
     
"Makanya, saya coba mengarahkan dia seperti ini," katanya.
     
Pemkot Surabaya telah menjalin kerja sama "sister city" dengan Pemkot Liverpool di beberapa bidang salah satunya sepak bola. Oleh karena itu, Risma memanfaatkan kerja sama itu dengan mengirimkan anak-anak Surabaya untuk sekolah sepak bola di Liverpool, salah satunya Supriyadi.
     
"Tapi saya cek jadwalnya supaya tidak tabrakan sama 'training center' (TC) yang dari nasional," ujarnya. (*)

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018