Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi, bergerak melemah sebesar 14 poin menjadi Rp13.320, sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat sebesar 18,90 poin.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi, bergerak melemah sebesar 14 poin menjadi Rp13.320 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.306 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin mengatakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah tertahan terhadap dolar AS, sebagian pelaku pasar melakukan aksi ambil untung setelah mata uang domestik itu cenderung menguat dalam beberapa hari terakhir ini.
"Faktor teknikal menahan rupiah untuk melanjutkan apresiasi, namun hal itu diperkirakan bersifat jangka pendek," kata Reza.
Ia menambahkan bahwa sebagian pelaku pasar uang juga merespon pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menginginkan dolar AS menguat,sehingga komentar itu membuat pelaku pasar melakukan aksi jual pada mata uang dunia dan berimbas pada pergerakan rupiah.
Namun, iReza mengatakan bahwa kondisi ekonomi nasional yang kondusif akan menjaga fluktuasi rupiah sehingga menahan tekanan rupiah lebih dalam terhadap dolar AS.
Sementara itu, analis Monex Investindo Futures Putu Agus menambahkan bahwa dalam enam pekan terakhir ini indeks dolar AS cenderung mengalami tekanan cukup dalam sehingga memicu aksi beli kembali terhadap aset berdenominasi dolar AS.
"Penurunan itu mendorong sebagian pelaku pasar melakukan 'short covering' sehingga membawa dolar AS kembali menguat," kata Putu.
IHSG Melemah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin dibuka menguat sebesar 18,90 poin seiring dengan keyakinan investor terhadap stabilitas makro ekonomi nasional.
IHSG BEI dibuka menguat 18,90 poin atau 0,28 persen menjadi 6.679,511, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 2,61 poin (0,23 persen) menjadi 1.128,97.
Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Senin mengatakan bahwa perekonomian Indonesia yang menunjukan resiliensi yang kuat menjadi faktor yang memicu investor melakukan aksi beli saham.
"Sejumlah indikator ekonomi dinilai tetap terjaga, kinerja neraca transaksi berjalan dapat lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya," katanya.
Ia mengharapkan dengan kondisi ekonomi naional yang kondusif memberi harapan positif kepada pasar mengingat lembaga permeringkat Moody¿s akan melakukan review pada Maret mendatang.
Ia menambahkan bahwa laporan laba perusahaan tahun buku 2017 yang diperkirakan tumbuh turut memberi harapan positif ke pasar saham sehingga dapat mendorong IHSG bergerak di area positif.
Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menambahkan bahwa stabilitas ekonomi yang terjaga membuat daya tarik investasi di pasar modal Indonesia semakin meningkat.
"Ditunjang oleh kondisi fundamental perekonomian yang cukup kuat membuat investor aktif melakukan transaksi beli," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei naik 116,96 poin (0,49 persen) ke 23.747,01, indeks Hang Seng menguat 218,46 poin (0,66 persen) ke 33.372,58 dan Straits Times menguat 15,36 poin (0,48 persen) ke posisi 3.583,50. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018