Surabaya (Antara Jatim) - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dalam orasi ilmiah penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa (HC) dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) di kampus setempat, Kamis, menyampaikan perlunya jihad kebangsaan para pemuda.

"Pemuda harus mengambil peran dalam mengawal kebhinnekaan. Sebab pemuda memiliki tanggung jawab besar. Pemuda seharusnya hadir sebagai 'The Maker Of Solutions' bagi agama, masyarakat, dan bangsa," kata dia dalam orasinya berjudul "Peran Pemuda dalam Konteks Keislaman dan Keindonesiaan".

Dalam orasi ilmiah itu, ada tiga hal yang ia soroti dan menjadi tantangan pemuda untuk berjihad kebangsaan. Pertama, adanya bahaya destruktif pemuda, yakni bahaya mulai dari narkoba, radikalisme dan terorisme hingga pergaulan bebas dan hedonisme.

"Tantangan kedua yaitu rendahnya kompetensi pemuda dalam bersaing di kancah global. Berdasarkan data BPS, jumlah pemuda yang lulus sarjana tidak lebih dari delapan persen dari total 63 juta pemuda di Indonesia," tuturnya.

Yang terakhir, menurut dia, adalah kemajuan teknologi yang bisa disalagunakan untuk hal yang tidak tepat. Kemudahan mencari informasi bisa dijadikan bumerang untuk menyebar firnah dan kabar bohong atau hoax. Oleh karena itu, pemuda harus mampu memilah dan memanfaatkan teknologi dengan bijak.

Sementara itu, Rektor UINSA, Prof Abd A'la menyatakan gagasan jihad kebangsaan pemuda yang digagas Imam merupakan sebuah gagasan yang menarik. Gagasan itu dibangun di atas nilai-nilai Islam dan nasionalisme yang mengacu pada konsep KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tentang "Pribumisasi Islam".

Selain itu, nilai Islam diterjemahkan ke dalam sikap dan praktik toleransi, moderasi, keadilan serta komitmen untuk menjadi harmoni dengan semua pihak. Sikap dan praktik tersebut lalu diorientasikan kepada penciptaan keadaban publik melalui penguatan peradaban kemanusiaan.  

"Semangat jihad kebangsaan, yang menjadi argumen besar orasi ilmiah harus digelorakan untuk memperkuat kemampuan pemuda dalam membayar lunas tanggung jawab dan perannya dalam meneguhkan keadaban publik," ujarnya.(*)

Pewarta: willy irawan

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017