London (Antara/Xinhua) - Saham-saham Inggris berakhir lebih tinggi pada Senin (7/8), dengan indeks acuan FTSE-100 di London naik 0,27 persen atau 20,23 poin menjadi 7.531,94 poin.

Anglo American, perusahaan pertambangan multinasional, melonjak 3,11 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau "blue chips".

Diikuti oleh saham Glencore dan Rio Tinto, yang masing-masing meningkat 2,59 persen dan 2,57 persen.

Di sisi lain, perusahaan taruhan Paddy Power Betfair menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 4,67 persen.

Diikuti oleh Pearson, perusahaan penerbitan dan pendidikan multinasional Inggris, merosot 3,81 persen, dan Mediclinic International, sebuah kelompok rumah sakit swasta internasional, turun 2,45 persen.

Di Spanyol, Indikator utama Bursa Efek Spanyol, indeks IBEX-35 ditutup menguat mendekati angka 10.700 poin pada Senin (7/8), di tengah perdagangan yang lambat mengawali minggu ini.

IBEX-35 dibuka pada 10.658,40 poin dan ditutup pada 10.676,50 poin, hanya naik 0,17 persen, namun cukup untuk menikmati hari ketiga perdagangan positif.

Hari ini dimulai dengan sedikit kerugian dalam harga saham, karena penurunan produksi yang tidak terduga di Jerman tercatat di  Juni, namun harga-harga pulih memasuki sesi sore dan jam terakhir yang kuat membuat perdagangan Senin (7/8) berakhir dengan catatan positif.

Arcelormittal mengalami kenaikan saham terbesar, dengan melonjak 4,78 persen, sementara saham di AENA, perusahaan yang mengoperasikan bandara Spanyol meningkat 1,00 persen, meskipun ada pemogokan yang sedang berlangsung oleh petugas keamanan di bandara El Prat Barcelona.

Sementara itu, Technicas Reunidas dan Siemans Gamesa, yang pada Jumat (4/8) melihat nilai sahamnya masing-masing naik 4,75 persen dan 3,59 persen, merupakan dua dari pencetak kerugian terbesar, dengan sahamnya turun 3,61 dan 2,16 persen karena investor mengambil keuntungan dari kenaikan sebelumnya.

Premi risiko Spanyol terus turun dan berakhir pada sesi di 97,8 poin, sementara bunga obligasi 10 tahun ditutup pada 1,43 persen.

Di Jerman, bursa saham Jerman ditutup lebih rendah pada Senin (7/8), dengan indeks DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt turun 40,55 poin atau 0,33 persen, menjadi 12.257,17 poin.

Perusahaan perawatan kesehatan Eropa Fresenius SE mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan harga sahamnya jatuh 2,14 persen.

Diikuti oleh saham pemasok peralatan cuci ginjal Fresenius Medical dan penyelenggara pasar untuk perdagangan saham dan sekuritas Deutsche Boerse, yang masing-masing kehilangan 1,41 persen dan 1,18 persen.

Sementara itu, perusahaan telekomunikasi Jerman Deutsche Telekom, membukukan keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya naik 1,39 persen.

Diikuti oleh, saham maskapai Lufthansa dan raksasa industri Thyssenkrupp, yang masing-masing bertambah 1,27 persen dan 1,23 persen.

Perusahaan manufaktur dan elektronika Siemens merupakan saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari, dengan nilai transaksi mencapai 214,71 juta euro (253,29 juta dolar AS). (*)

Pewarta: Supervisor

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017