Pamekasan (Antara Jatim) - Presiden Klub Madura United FC menerima penghargaan sebagai tokoh penggerak perdamaian dan pemersatu di Pulau Madura melalui media sepak bola.

Penghargaan oleh Ikatan Keluarga Madura (Ikama) sebagai tokoh perdamaian ini disampaikan dalam acara Rapat Kerja Musyawarah Nasional II yang digelar mulai 29 hingga 30 Juli 2017.

"Melalui media sepak bola milik Pak Achsanul Qosasi ini, kini masyarakar Madura benar-benar bersatu dan Pak Achsanul mampu membangun citra positif Madura menjadi lebih baik," kata juru bicara Ikama dari Himpunan Generasi Muda Madura (Higemura) dalam rilis yang diterima Antara, Pamekasan, Senin sore.

"Ikama Award" yang diberikan kepada Presiden Klub Madura United FC ini juga sebagai bentuk dukungan atas upaya yang dilakukan Achsanul Qosasi dalam memajukan dunia sepak bola di Pulau Madura.

"Sebab, diakui atau tidak, melalui dunia sepak bola binaan pak AQ ini, rakyat Madura kini benar-benar bersatu," ujar Muhlis Ali.

Apalagi, sambung dia, kini Madura United FC bisa berhasil meraih puncak klasemen sementara hingga paruh musim kompetisi saat ini.

Sementara itu, Presiden Klub Madura United FC Achsanul Qosasi menyatakan, upaya untuk memersatukan semua elemen dengan menggunakan media sepak bola itu, karena jenis olahraga ini memang diminati masyarakat Madura.

"Dan yang perlu dipahami oleh masyarakat Madura, bahwa sepak bola ini bisa meraih prestasi dan menjadi perhatian seperti sekarang ini, berkat dukungan semua elemen masyarakat Madura," ujar Achsanul Qosasi.

Dalam rapat kerja musyawarah nasional II Ikama itu, juga dihadiri sejumlah tokoh ulama Madura. Salah satunya KH Ali Karrar Sinhaji dari Lenteng, Proppo, Pamekasan, para pengusaha Madura, akademisi, serta politisi dari Pulau Madura. (*)

Pewarta: Abd. Azis

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017