Bojonegoro (Antara Jatim) - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo, di Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluarkan air Waduk Pacal sekitar 9 meter kubik per detik, sejak sehari lalu.
    
"UPT mengeluarkan air Waduk Pacal bukan untuk mengairi tanaman padi, tetapi untuk menjaga agar air yang tertampung tidak terlalu penuh," kata Kasi Pengelolaan Pemanfaatan Sumber Air Dinas Pengairan Bojonegoro Sutiyono, di Bojonegoro, Rabu.
    
Menurut dia, kalau air yang tertampung waduk terlalu penuh bisa membahayakan bangunan pelimpas yang pernah jebol, sebab perbaikannya belum permanen.
    
"Air waduk juga keluar melalui saluran pelimpas, tetapi tidak sebesar yang dikeluarkan melalui pintu pengeluaran," jelasnya.
    
Sesuai perhitungan, menurut dia, ketinggian air Waduk Pacal harus tetap stabil 114,8 meter untuk menjaga bangunan pelimpas tetap aman.
    
Tapi, lanjut dia, ketinggian air pada papan duga di Waduk Pacal lebih dari 115 meter akibat curah hujan tinggi yang turun di daerah sekitarnya.
    
Saat ini, lanjut dia, ketinggian air pada papan duga di Waduk Pacal mencapai 115,30 meter dengan kapasitas tampungan lebih dari 24 juta meter kubik.
    
Oleh karena itu, menurut dia, air Waduk Pacal akan dikeluarkan sekitar 9 meter sampai kondisi ketinggian air pada posisi aman.
    
Lebih lanjut ia menjelaskan air waduk yang dikeluarkan itu tidak ada yang dimanfaatkan petani untuk mengairi tanaman padinya.
    
Apalagi di sepanjang daerah irigasinya di sejumlah kecamatan, seperti di Kecamatan Kapas, Balen dan Sumberrejo, masih turun hujan, bahkan di sejumlah desa di Kecamatan Sukosewu dan Kapas terjadi banjir.
    
"Rata-rata usia tanaman padi di sepanjang daerah irigasi Waduk Pacal dengan luas lebih dari 16.000 hektare  sekitar 70 hari," ucapnya menambahkan.
    
Data di kantor Dinas Pengairan, Waduk Pacal memiliki daerah irigasi pertanian seluas 16.624 hektare di sejumlah desa di Kecamatan Sukosewu, Balen, Kapas, Sumberrejo, Kepohbaru, dan Baureno.
    
Pada awal dibangun Belanda pada 1933, Waduk Pacal mampu menampung air mencapai 42 juta meter kubik.
    
Namun sekarang daya tampungnya menurun, disebabkan sedimen yang masuk waduk mencapai 15 ribu meter kubik per tahun, yang dipengaruhi rusaknya daerah tangkapan air dan adanya kerusakan bangunan pelimpas. (*)

Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017