Berlin (Antara) - Sebuah truk menyeruduk sebuah pasar Natal di pusat kota Berlin, Senin malam waktu setempat, untuk menewaskan sembilan orang dan melukai sekitar 50 orang, kata polisi.

Ini adalah salah satu serangan paling maut di Jerman dalam beberapa dekade terakhir.

Lewat Twitter, polisi menyatakan telah menahan seorang tersangka, sedangkan seorang penumpang truk itu ikut tewas ketika truk menabrakan orang-orang yang mengelilingi pondok kayu tengah minum anggur dan makan sosis di kaki gereja memorial Kaiser Wilhelm di jantung Berlin barat.

"Kami mendengar suara kencang," kata Emma Rushton, seorang turis, kepada CNN. "Kami lihat bagian atas sebuah truk gandeng, lori, ditabrakkan ke kios-kios, ke orang-orang."

Insiden ini mengingatkan kepada serangan di Nice, Prancis, Juli lalu ketika seorang pria kelahiran Tunisia memacu truk berbobot 19 ton di sepanjang jalan di pepantaian, lalu ditabrakkan kepada orang-orang yang tengah berkumpul menyaksikan kembang api pada Hari Bastille sehingga menewaskan 86 orang. Serangan itu diklaim dilakukan oleh ISIS.

Polisi mengakui bahwa insiden itu adalah serangan yang disengaja.

Juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan Merkel telah diberi tahu oleh menteri dalam negeri dan wali kota Berlin mengenai situasi di sana.

Polisi mengungkapkan tidak ada indikasi situasi yang jauh lebih membahayakan di tempat kejadian perkara dan mendesak orang-orang menjauh dari sana.

"Saya sangat terguncang oleh kabar mengerikan yang terjadi di gereja memorial di Berlin itu," kata Menteri Luar Negeri Frank-Walter Steinmeier. "Banyak orang yang mengunjungi pasar Natal itu hari ini yang meninggal dunia dan lebih banyak lagi yang cedera."

Truk itu menyeruduk pasar yang saat itu tengah ramai-ramainya ketika orang tua dan anak-anak berkumpul di pondok kayu tradisional yang menjual makanan dan bingkisan Natal pada perayaan tahunan yang umum berlangsung di seluruh Jerman dan sebagian besar Eropa Tengah, demikian Reuters.

Mobil dan ambulans polisi dengan segera berada di situs kejadian perkara.

Menurut Rushton, truk itu sepertinya dipacu pada kecepatan 65 km per jam. Dia juga mengaku paling sedikit 10 orang luka-luka dalam serangan itu.

Julian Reichelt, pemimpin redaksi Bild Berlin, mengatakan saat ini digelar operasi keamanan besar-besaran.

"Kejadian itu persisnya seperti pengingat untuk apa yang pernah kita lihat di Nice," kata Reichelt seperti dikutip Reuters. (*)

Pewarta: Supervisor

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016