Jakarta, (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi, bergerak melemah 18 poin sementara Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Senin, dibuka melemah tipis sebesar 2,26 poin.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi, bergerak melemah 18 poin menjadi Rp13.114 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.096 per dolar AS.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin mengatakan bahwa nilai tukar rupiah bergerak konsolidasi cenderung melemah terhadap dolar AS di tengah antisipasi realisasi kebijakan pemerintah mengenai amnesti pajak.
"Kini pelaku pasar kembali pada realita dalam negeri terkait realisasi dan penerapan aturan-aturan dan program-program pemerintah untuk membantuk pemulihan ekonomi dalam negeri," katanya.
Ia menambahkan bahwa depresiasi mata uang domestik itu juga dipicu oleh aksi ambil untung oleh sebagian pelaku pasar uang di dalam negeri mengingat kondisi ekonomi global yang masih mengalami perlambatan
Meski begitu, lanjut dia, depresiasi rupiah terhadap dolar AS masih relatif terbatas menyusul angka cadangan devisa yang meningkat dan neraca perdagangan Indonesia yang kembali surplus.
Bank Indonesia mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Juni 2016 tercatat sebesar 109,8 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir Mei 2016 sebesar 103,6 miliar dolar AS.
Sementara itu, surplus neraca perdagangan Indonesia untuk keseluruhan triwulan II 2016 sebesar 1,94 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan surplus triwulan I 2016 yang sebesar 1,66 miliar dolar.
Sedangkan Analis Platon Niaga Berjangka Lukman Leong mengatakan bahwa sentimen dari dalam negeri mengenai "tax amnesty" akan menahan tekanan rupiah lebih dalam terhadap dolar AS.
"Amnesti pajak masih menjaga harapan ekonomi Indonesia untk tumbuh sesuai target di atas 5 persen," katanya.
IHSG Melemah
IHSG di Bursa Efek Indonesia, Senin, dibuka melemah tipis sebesar 2,26 poin menyusul minimnya sentimen negatif di bursa saham kawasan Asia.
IHSG BEI dibuka turun 2,26 poin atau 0,04 persen menjadi 5.107,91. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak melemah 0,06 persen menjadi 875,92.
Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo di Jakarta, Senin mengatakan bahwa indeks BEI bergerak melemah di tengah minimnya sentimen positif dari bursa di kasan Asia.
"Kondisi itu membuat IHSG pada awal pekan ini (18/7) bergerak mendatar," katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, mendatarnya pergerakan IHSG BEI juga seiring dengan pelaku pasar yang sedang berada dalam posisi wait and see hasil dari kinerja emiten untuk periode semester pertama 2016 ini.
Kendati demikian, menurut dia, sentimen mengenai aliran dana asing dari aliran amnesti pajak akan menjaga IHSG BEI tidak tertekan terlalu dalam. Meski IHSG masih cenderung mendatar, pemodal sebaiknya berhati-hati mengingat sejumlah harga saham berada dalam tren turun untuk jangka pendek.
"Posisi spekulatif sebaiknya hanya dilakukan pada saham-saham yang masih berada dalam tren naik untuk jangka pendek," katanya.
Ia memproyeksikan bahwa IHSG pada Senin ini (18/7) bergerak mendatar pada kisaran sempit di level 5.080-5.135 poin. Laju IHSG, baik di level batas bawah atau atas akan menentukan arah pergerakan jangka pendek IHSG selanjutnya.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 15,11 poin (0,07 persen) ke level 21.644,14, indeks KOSPI naik 0,21 poin (0,01 persen) ke level 2.017,47, dan Straits Times menguat 5,56 poin (0,19 persen) ke posisi 2.931,10. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016