Jakarta (Antara) - Pertamina menambah bantuan bagi kampung binaannya di RW 04 Kelurahan Jagir, Surabaya, sebesar Rp400 juta untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
"Untuk melengkapi program yang sudah berjalan, pada tahun ini Pertamina kembali berpartisipasi meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat melalui sejumlah bantuan senilai hampir Rp400 juta," kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dalam keterangan tertulisnya yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.
Bantuan tersebut, kata Dwi, terdiri dari renovasi gedung sekolah Madrasah Ibtidaiyah Persmin Jagir, Kecamatan Wonokromo, senilai Rp299 juta dan program lingkungan serta pemberdayaan masyarakat senilai Rp100 juta.
"Dengan program ini diharapkan tidak hanya lingkungannya semakin hijau, tetapi kami juga mendorong agar masyarakat bisa terus mengembangkan inisiatifnya untuk berinovasi supaya lebih mandiri dan sejahtera," ujar dia.
MI Persmin Jagir merupakan satu-satunya sekolah di RW 4 yang didirikan khusus untuk anak-anak tidak mampu di sekitarnya. Saat ini ada sekitar 74 anak yang bersekolah dengan biaya sekolah Rp25.000 per bulan atau tidak berbayar bagi yang tidak mampu.
Sedangkan untuk program pemberdayaan masyarakat, lanjut Dwi, pihaknya memberikan 10 Rombong Sejahtera Pertamina untuk para pedagang kaki lima di wilayah tersebut yang sebelumnya menjajakan dagangan dengan meja terbuka di pinggir jalan gang.
Selain itu, Pertamina juga memberikan barang modal untuk usaha pencucian motor yang dikelola oleh Karang Taruna yang diharapkan bisa mengurangi tingkat pengangguran para pemuda yang ada di kampung tersebut.
Di bidang lingkungan, Pertamina memberikan sekitar 1.000 tanaman produktif dan pohon lindung untuk dikelola warga sehingga lingkungan menjadi lebih rindang dan nyaman.
Dari informasi yang dihimpun, Kerjasama Pertamina dengan Kampung Hijau ini dimulai sejak enam tahun lalu, diawali dengan renovasi Balai RW pada 2010 yang kemudian dilanjutkan dengan bantuan pendidikan PAUD pada 2011.
Sedangkan pada 2012 hingga 2014 Pertamina bersama warga fokus memperbaiki lingkungan di kampung tersebut hingga bisa meraih penghargaan Juara Kategori Pemula Green and Clean Surabaya Tahun 2014.
Kerja sama terus berlanjut di 2015 dengan Bantuan IPAL atau pengelolaan air limbah rumah tangga menjadi air untuk menyiram tanaman. Program ini menghantarkan Kampung Hijau sebagai kampung dengan Inovasi Terbaik di Tahun 2015.
"Bahkan pada pertengahan tahun 2016 nanti, Kampung Hijau ini akan menjadi tujuan studi banding perwakilan sejumlah Duta Besar negara sahabat sebagai contoh lokasi dengan pengelolaan lingkungan yang baik," ujar Dwi.
Selain program di Kampung Hijau ini, ada beberapa program CSR Pertamina lainnya di Surabaya. Diantaranya adalah program penghijauan dan pembinaan UKM di Kelurahan Balas Klumprik, pengembangan dan penanaman mangrove di Ekowisata Wonorejo, Pendampingan UKM dan Program Bank Sampah di Kelurahan Perak Utara.(*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016
"Untuk melengkapi program yang sudah berjalan, pada tahun ini Pertamina kembali berpartisipasi meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat melalui sejumlah bantuan senilai hampir Rp400 juta," kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dalam keterangan tertulisnya yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.
Bantuan tersebut, kata Dwi, terdiri dari renovasi gedung sekolah Madrasah Ibtidaiyah Persmin Jagir, Kecamatan Wonokromo, senilai Rp299 juta dan program lingkungan serta pemberdayaan masyarakat senilai Rp100 juta.
"Dengan program ini diharapkan tidak hanya lingkungannya semakin hijau, tetapi kami juga mendorong agar masyarakat bisa terus mengembangkan inisiatifnya untuk berinovasi supaya lebih mandiri dan sejahtera," ujar dia.
MI Persmin Jagir merupakan satu-satunya sekolah di RW 4 yang didirikan khusus untuk anak-anak tidak mampu di sekitarnya. Saat ini ada sekitar 74 anak yang bersekolah dengan biaya sekolah Rp25.000 per bulan atau tidak berbayar bagi yang tidak mampu.
Sedangkan untuk program pemberdayaan masyarakat, lanjut Dwi, pihaknya memberikan 10 Rombong Sejahtera Pertamina untuk para pedagang kaki lima di wilayah tersebut yang sebelumnya menjajakan dagangan dengan meja terbuka di pinggir jalan gang.
Selain itu, Pertamina juga memberikan barang modal untuk usaha pencucian motor yang dikelola oleh Karang Taruna yang diharapkan bisa mengurangi tingkat pengangguran para pemuda yang ada di kampung tersebut.
Di bidang lingkungan, Pertamina memberikan sekitar 1.000 tanaman produktif dan pohon lindung untuk dikelola warga sehingga lingkungan menjadi lebih rindang dan nyaman.
Dari informasi yang dihimpun, Kerjasama Pertamina dengan Kampung Hijau ini dimulai sejak enam tahun lalu, diawali dengan renovasi Balai RW pada 2010 yang kemudian dilanjutkan dengan bantuan pendidikan PAUD pada 2011.
Sedangkan pada 2012 hingga 2014 Pertamina bersama warga fokus memperbaiki lingkungan di kampung tersebut hingga bisa meraih penghargaan Juara Kategori Pemula Green and Clean Surabaya Tahun 2014.
Kerja sama terus berlanjut di 2015 dengan Bantuan IPAL atau pengelolaan air limbah rumah tangga menjadi air untuk menyiram tanaman. Program ini menghantarkan Kampung Hijau sebagai kampung dengan Inovasi Terbaik di Tahun 2015.
"Bahkan pada pertengahan tahun 2016 nanti, Kampung Hijau ini akan menjadi tujuan studi banding perwakilan sejumlah Duta Besar negara sahabat sebagai contoh lokasi dengan pengelolaan lingkungan yang baik," ujar Dwi.
Selain program di Kampung Hijau ini, ada beberapa program CSR Pertamina lainnya di Surabaya. Diantaranya adalah program penghijauan dan pembinaan UKM di Kelurahan Balas Klumprik, pengembangan dan penanaman mangrove di Ekowisata Wonorejo, Pendampingan UKM dan Program Bank Sampah di Kelurahan Perak Utara.(*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016