Surabaya (Antara Jatim) - Badan Kepagawaian Daerah Provinsi Jawa Timur mengingatkan ke masyarakat sampai saat ini tak ada rekrutmen terhadap calon pegawai negeri sipil (CPNS) seperti yang diumumkan di sejumlah media massa maupun media sosial.

"Kami tegaskan, bahwa tidak ada rekrutmen CPNS di Pemerintah Provinsi," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jatim Siswo Heroetoto kepada wartawan di Surabaya, Senin.

Menurut dia, masyarakat harus hati-hati terhadap penipuan dengan modus membuka iklan penerimaan di sejumlah media dan tidak mempercayainya.

Beberapa hari lalu, kata dia, masyarakat Jatim dihebohkan dengan pengumuman rekrutmen CPNS di lingkungan Pemprov Jatim palsu yang terbit di salah satu media nasional.

"Kali ini informasi menyesatkan itu kembali terulang. Bedanya, beredar di media sosial dan saya sering mendapat laporan," ucap mantan Kepala Bakorwil Madiun tersebut.

BKD Jatim mengaku khawatir dengan beredarnya informasi palsu tersebut karena jika ada masyarakat yang percaya maka dimanfaatkan oleh oknum untuk menipu.

Penegasan ini, lanjut dia, sejalan dengan Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: B/501/M.PAN.RB/01/2016 tanggal 27 Januari 2016 tentang Sanggahan Terkait dengan Adanya Jadwal Penerimaan CPNS 2016.

Di surat ini dijelaskan bahwa beredarnya jadwal rekrutmen CPNS 2016 adalah tidak benar dan menyesatkan serta meminta para pejabat pembina kepegawaian, khususnya Gubernur dan Bupati/Wali Kota untuk menginformasikan ke masyarakat mengenai ketidakbenaran penjadwalan penerimaan CPNS.

"Yang perlu diingat, bahwa sejak 2014 pemerintah telah mengembangkan sistem seleksi CPNS dengan 'Computer Asissted Test' sehingga tak ada pihak manapun yang dapat membantu kelulusan peserta, apalagi tanpa mengikuti seleksi," katanya.

Menindaklanjutinya, BKD Jatim telah mengumumkannya di website resmi internalnya di laman http://bkd.jatimprov.go.id/berita-403-informasi-yang-tidak-benar-tentang-jadwal-penerimaan-cpns-tahun-2016.html#.Vuam2uaKva2. (*)

Pewarta: Fiqih Arfani

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016