Oleh Hanni Sofia Soepardi Jakarta (Antara) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan APBN-Perubahan 2015 sudah selesai dan telah disetujui DPR sehingga sekarang waktunya bagi pemerintah untuk bekerja. "Satu-satu masalah-masalah yang berkaitan dengan APBN-P sudah bisa diselesaikan, Alhamdulillah dan sekarang ini tinggal kerja," kata Presiden Jokowi di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusumah Jakarta, Sabtu. Presiden tampak lega ketika APBN pertama pemerintahannya kemudian disetujui oleh DPR dalam rapat paripurna yang digelar selama sekitar 10 jam. Adapun postur APBN-P 2015 yang disepakati di antaranya adalah Belanja Negara Rp1.984,1 triliun atau lebih rendah Rp10,7 triliun dari usulan pemerintah sebelumnya. "Sudah selesai berarti tinggal kerja, langsung tenderkan semuanya, lelangkan semuanya, langsung mulai kerja semuanya," tukasnya. Dalam rapat paripurna DPR, salah satu hal yang menjadi pesan adalah pemanfaatan dan pertanggungjawaban pemerintah terkait Penyertaan Modal Negara (PMN) ke beberapa BUMN. Postur anggaran yang disepakati, untuk pendapatan negara dan hibah yakni sebesar Rp1.761,6 triliun, di mana penerimaan pajak non-migas disepakati Rp1.439,7 triliun. Target penerimaan perpajak ini meningkat 11,5 persen dari APBN 2015. Untuk penerimaan pajak migas tercatat sebesar sebesar Rp139,3 triliun. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mineral dan batu bara disepakati sebesar Rp52,2 triliun, PNBP kehutanan sebesar Rp4,7 triliun, PNBP perikanan sebesar Rp578,8 miliar, PNBP Kementerin Hukum dan HAM sebesar Rp4,28 triliun, dan Penerimaan Badan Layanan Umum (BLU) Rp23,09 triliun. Deviden BUMN ditargetkan sebesar Rp36,9 triliun berasal dari Pertamina Rp6,34 triliun, PLN Rp5,4 triliun dan lainnya sebesar Rp25,1 triliun.(*)

Pewarta:

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015