Malang (Antara Jatim) - PT Sumber Alfaria Trijaya (SAT) Tbk, perusahaan pemilik jaringan retail Alfamart, menargetkan sebanyak 15 outlet binaan di wilayah Malang, Jawa Timur, hingga akhir 2014, dan saat ini sudah tujuh outlet yang berdiri. "Melalui program Outlet Binaan Alfamart (OBA), kami menyulap toko pracangan menjadi semacam toko swalayan mini melalui sistem penataan dan materi jualan yang sesuai dengan standar kelayakan dan beragam," kata Deputy Branch Manager PT SAT Cabang Malang, Nur Badrianto, dalam keterangan tertulis, Jumat. Menurut ia, dari tujuh OBA yang ada saat ini, lima outlet tersebar di Kabupaten Malang, yakni Kecamatan Pakis, Gedangan, Sumbermanjingwetan, dan Kepanjen (dua outlet). Sedangkan dua outlet lainnya berada di Kabupaten Kediri dan Jombang. Satu toko pracangan di Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, yang telah menjadi OBA, diresmikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang Jajuk Rendra Kresna. "Daerah lain yang kami bidik untuk program OBA ini, antara lain Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek," tambah Nur Badrianto. Stock Sales Point Manager PT SAT Cabang Malang, Tri Hartoyo, menambahkan melalui program OBA, toko pracangan yang kondisi sebelumnya tidak tertata dan jarang dilirik konsumen, akan dibenahi agar lebih menarik dan memiliki nilai jual tinggi. "Bahkan dalam sisi omzet rata-rata diharapkan bisa mengalami kenaikan berkisar 50 hingga 100 persen dari sebelum menjadi outlet binaan," paparnya. Sementara itu, Pemkab Malang terus mendorong pihak swasta untuk ikut berperan memajukan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di wilayahnya, karena masih minimnya pengembangan di sektor tersebut. Menurut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, Jajuk Rendra Kresna, peran swasta untuk memajukan perekonomian masyarakat di daerahnya masih relatif kecil, jika dibandingkan dengan luasan wilayah yang mencakup 33 kecamatan dengan jumlah penduduk lebih dari 3,8 juta jiwa. "Peluang bagi swasta untuk ikut mendorong partumbuhan sektor usaha mikro sangat terbuka lebar, salah satunya melalui pengembangan usaha toko pracangan yang banyak dijalankan masyarakat dan menjadi andalan perekonomian mereka," ujarnya. (*)

Pewarta:

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014