Lamongan (Antara Jatim) - Separuh warga Kabupaten Lamongan, Jawa Timur atau sebanyak 641.232 jiwa dari total 1.348.259 jiwa penduduk sudah masuk dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Hal itu diungkapkan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Hari Subijakto, dalam rapat koordinasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Lamongan yang digelar di Gedung Sabha Dyaksa, Rabu. Menurutnya, dengan tercatatnya separuh lebih warga Lamongan, menunjukkan perlunya peran pemerintah daerah untuk mendukung program Pemerintah Pusat dalam hal bidang kesehatan. Subijakto merinci secara presentase sejak asuransi kesehatan sosial itu dijalankan mulai 01 Januari 2014, jumlah penduduk Lamongan yang telah masuk dalam program BPJS mencapai 53,41 persen. Sedangkan sesuai dengan jenisnya, jumlah peserta dari kalangan TNI sebanyak 691 jiwa, anggota Polri sebanyak 3.007 jiwa dan peserta BPJS Kesehatan dari Jamsostek sebanyak 26.553 jiwa. Menanggapi hal itu, Asisten Tata Praja Kabupaten Lamongan, A Farikh mengakui banyaknya penduduk Lamongan yang masuk dalam program BPJS sudah sesuai atau selaras dengan program yang dicanangkan Pemkab Lamongan. Pihaknya menargetkan, seluruh penduduk Lamongan akan menjadi peserta BPJS pada 1 Januari 2019, yang mencapai sekitar 1.348.259 jiwa. "Bupati Lamongan, Fadeli dalam masa jabatannya lima tahun berjalan ini telah mencanangkan empat pilar, yakni pendidikan, pelayanan kesehatan, pertumbuhan ekonomi, dan percepatan infrastruktur," tuturnya. Salah satu cara untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat adalah dengan mengikutkan program BPJS. "Selain itu, sebagai pendukung program kesehatan pada Mei 2014 juga akan diluncurkan program 'Mobil Sehat' untuk meningkatkan pelayanan kesehatan sampai ke tingkat pelosok desa," ujarnya.(*)

Pewarta:

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014