Jember (Antara Jatim) - Universitas Jember menerjunkan sukarelawan bencana ke lokasi pengungsian di Kota Batu, Jawa Timur, Selasa, untuk membantu warga korban erupsi Gunung Kelud yang memiliki ketinggian 1.731 meter dari permukaan laut.
Pembantu Rektor III Unej Prof M.Saleh mengatakan sebanyak 10 relawan yang terdiri dari tujuh orang tim kesehatan dan tiga orang 'trauma healing' menuju posko pengungsian di Kota Batu sesuai dengan kebutuhan Dinas Kesehatan setempat.
"Sebelumnya, kami sudah memberangkatkan satu tim yang dipimpin langsung oleh Djoko Mulyono untuk melakukan kajian dampak bencana dan mereka sudah melakukan survei mengenai kebutuhan apa yang diperlukan oleh para korban," tuturnya.
Berdasarkan data dari tim kajian dampak bencana tersebut, Unej kemudian memutuskan untuk mengirimkan tim kesehatan dan tim trauma healing untuk membantu korban bencana Kelud di posko pengungsian.
"Relawan tersebut rencananya akan berada di lokasi pengungsian korban erupsi Gunung Kelud selama 10 hari dan mereka akan bekerja sesuai dengan kompetensi yang dimiliki baik sebagai tenaga kesehatan maupun penyuluhan pascatrauma," paparnya.
Sementara Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Sujito mengatakan tim relawan yang diberangkatkan ke posko pengungsian Kelud akan digilir dalam dua kelompok, yakni lima hari untuk 10 relawan yang pertama, kemudian relawan pertama ditarik dan digantikan dengan 10 relawan lainnya.
"Tim relawan yang diberangkatkan merupakan para mahasiswa yang sudah terlatih dan memiliki pengalaman yang cukup dalam penanganan bencana, sehingga diharapkan dapat membantu korban bencana Kelud," katanya.
Ia berharap tenaga kesehatan dan tim penyuluh pascatrauma Unej tersebut dapat meringankan beban korban erupsi Gunung Kelud di posko pengungsian Kota Batu. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014