Mojokerto (Antara Jatim) - Pabrik Gula (PG) Gempolkrep Mojokerto menebar sekitar tiga ribu benih ikan Nila sebagai bentuk komitmennya terhadap pelestarian lingkungan di sekitar lokasi pabrik. General Manager PG Gempolkrep, Budi Adi Prabowo, Jumat, mengatakan selain menebar ikan, pihaknya bersama dengan sejumlah warga membersihkan sampah, membersihkan endapan sungai, memperlancar aliran sungai agar bebas hambatan. "Ini sebagai bagian upaya untuk menjaga keseimbangan ekosistem di daerah aliran sungai," katanya. Ia mengemukakan, pengelolaan lingkungan yang baik menjadi salah satu indikator pencapaian keberhasilan industri gula karena faktor lingkungan juga ikut menentukan keberlanjutan bisnis sebuah sektor industri, termasuk industri gula. "Peningkatan standar mutu pengelolaan lingkungan, termasuk pengolahan limbah, adalah tuntutan dunia industri. Era bisnis saat ini adalah era yang harus peka terhadap keberlanjutan lingkungan," katanya menjelaskan. Ia mengatakan, selain dalam bentuk aksi pelestarian lingkungan, pihaknya juga melaksanakan komitmen lingkungan dengan menjaga kualitas pengelolaan pabrik supaya tidak merugikan lingkungan terutama masalah pengolahan air limbah. "Kami terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan pabrik (in-house keeping) supaya lingkungan pabrik dalam kondisi yang bersih dan sehat," katanya. Ia mengatakan, secara berkala pihaknya juga melakukan uji laboratorium untuk memastikan lingkungan pabrik selalu dalam kondisi bagus dan memenuhi peraturan yang dipersyaratkan. "Kualitas 'in-house keeping' yang baik akan meningkatkan efisiensi pabrik gula karena ondisi pabrik yang prima dan bersih juga berpengaruh pada tingkat kehilangan pol yang kecil," katanya. Ia mengatakan, pol adalah jumlah gula yang ada dalam setiap 100 gram larutan yang diperoleh dari teknis pengukuran di pabrik. "Pabrik bisa menekan tingkat kehilangan bahan olahan sehingga bisa mengoptimalkan efisiensi. 'In-house keeping' yang baik bisa mencegah terjadinya kebocoran dan tumpahan dalam rantai produksi di pabrik gula," katanya. Sehingga, lanjut dia, ada lokalisasi bahan olahan yang berpotensi terbuang untuk segera dikembalikan ke siklus produksi secepat dan secermat mungkin. "Hal ini tentu saja meningkatkan efisiensi serta menghemat bahan baku dan energi. Artinya, pengelolaan lingkungan yang bagus sejatinya juga akan sangat bermanfaat bagi peningkatan kinerja pabrik gula," katanya.(*)

Pewarta:

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013