Bojonegoro (Antara Jatim) - Perolehan zakat di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bojonegoro, Jatim, mencapai Rp70,465 juta dan beras 2.777 kilogram menurun dibandingkan dengan perolehan zakat tahun lalu sebesar Rp73 juta lebih.
Kepala Baznas Bojonegoro Hanafi, Senin mengatakan, penurunan perolehan zakat baik berupa uang maupun beras disebabkan libur Hari Raya Idul Fitri 1434 H bagi pegawai negeri sipil (PNS) berada di awal, sehingga tidak ada kesempatan menarik zakat PNS.
Padahal, katanya, perolehan zakat di Baznas terbesar berasal dari PNS yang besarnya sesuai surat edaran yang dikeluarkan Bupati Bojonegoro Suyoto yaitu Rp20 ribu/PNS.
"Kita tidak ada waktu yang panjang untuk menarik zakat dari PNS, sebab libur lebaran dengan waktu lama berada di depan," ucapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan zakat sebesar Rp70,645 juta itu diperoleh dari Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Petrochina East Java (PPEJ), Kementerian Agama (Kemenag) dan Dinas Pendidikan (Disdik) dan beras dari PT Gudang Garam sebanyak 2 ton.
Menurut dia, zakat yang diterima itu semuanya didistribusikan kepada yang berhak menerima berupa 3.224 paket beras yang masing-masing paket 3 kilogram.
"Pendistribusiannya dilakukan di sejumlah lokasi dengan cara membagikan kupon. Jumlah zakat yang dibagikan di kantor pemkab saat ini sebanyak 1.500 paket," jelasnya, ketika acara penyerahan zakat.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Bojonegoro Setyo Hartono mengawali menyerahkan zakat itu dengan didampingi Hanafi.
"Bantuan zakat ini dari warga Bojonegoro kepada warga lainnya yang kurang mampu," katanya, kepada warga penerima zakat.
Sementara itu, seorang staf PNS di Bagian Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro Suharto menjelaskan penarikan zakat sebesar Rp20 ribu bagi PNS kalau dilakukan secara suka rela tidak akan bisa berhasil mengumpulkan uang dengan jumlah besar. Berbeda di era Orde Baru penarikan zakat dari PNS bisa berjalan lancar karena merupakan keharusan.
"Karena suka rela banyak PNS yang enggan membayar zakat," ujarnya.(*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013