PT Multicrane Perkasa (MCP) bersama principal Ammann dan Sumitomo menggelar MCP East Java Construction Forum 2026 bertajuk Driving the Future of Road Construction Through Policy & Innovation di Surabaya guna membahas pembangunan jalan.
President Director PT Multicrane Perkasa, Adrianus Hadiwinata dalam keterangan tertulis di Surabaya, Jumat mengatakan forum ini mempertemukan regulator, kontraktor, konsultan, pemilik Asphalt Mixing Plant (AMP), asosiasi, dan pelaku industri untuk membahas arah pembangunan jalan nasional, implementasi Permen PU Nomor 10 Tahun 2026 tentang Aspal Buton Olahan (Asbuton), serta pemanfaatan teknologi konstruksi modern.
“Pembangunan jalan yang berkualitas tidak dapat dicapai hanya dengan kebijakan yang baik atau teknologi yang canggih. Dibutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, kontraktor, konsultan, principal, dan penyedia teknologi agar setiap kebijakan dapat diimplementasikan secara optimal di lapangan,” ujarnya.
Forum yang diikuti sekitar 70 peserta itu menghadirkan narasumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
Pembahasan difokuskan pada kebijakan pembangunan infrastruktur, penerapan Asbuton sebagai material dalam negeri, serta kesiapan industri menghadapi kebutuhan pembangunan jalan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Melalui MCP Construction Forum 2026, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk berbagi perspektif, memahami arah kebijakan pemerintah, sekaligus menunjukkan bagaimana solusi teknologi dapat mendukung produktivitas dan kualitas pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia,” katanya.
Sumitomo memperkenalkan Asphalt Paver HA90C-3 untuk proyek jalan nasional, jalan tol, hingga kawasan industri, sedangkan Ammann menghadirkan ABC120 EcoTec Asphalt Mixing Plant yang mendukung penggunaan Asbuton melalui proses produksi campuran aspal yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
MCP juga memperkenalkan solusi konstruksi jalan yang terintegrasi, mulai dari produksi campuran aspal, penghamparan, hingga pemadatan menggunakan peralatan pendukung. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil pekerjaan sekaligus efisiensi operasional proyek infrastruktur.
“Kami berharap forum ini tidak hanya menjadi tempat berbagi wawasan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi, konsultasi teknis, dan kerja sama yang mampu mempercepat pembangunan infrastruktur jalan nasional. Melalui dukungan teknologi, layanan purna jual, dan kemitraan jangka panjang, kami ingin terus berkontribusi membangun jalan yang lebih baik di Indonesia,” ujarnya.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026