Presiden Prabowo Subianto menilai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mampu mengatasi berbagai persoalan yang selama ini dihadapi petani, mulai dari pupuk, permodalan, hingga distribusi hasil panen ke pasar.

"Masalah petani dari dulu masalahnya sama, pupuk, modal, dan juga habis panen susah ke pasar. Banyak panen yang rusak, panen yang busuk," kata Prabowo dalam pidatonya pada peresmian operasionalisasi 1.061 KDKMP di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, sebagaimana dipantau dari YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo mengatakan banyak petani selama ini kesulitan menjual hasil panennya karena akses menuju pasar terbatas, termasuk di daerah pedalaman yang sulit dijangkau pembeli.

Menurutnya, keberadaan KDKMP akan membantu petani karena koperasi nantinya memiliki armada truk dan kendaraan pickup sendiri untuk mengangkut hasil panen ke pasar yang diinginkan petani.

"Sekarang koperasi punya truk sendiri, punya pikap sendiri. Dia tidak akan tergantung. Dia akan mengantar hasil panen dia ke tempat yang dia kehendaki, ke pasar yang dikehendaki," ucapnya.

Prabowo menjelaskan koperasi tersebut juga akan menjalankan berbagai kegiatan lain, seperti penjualan sembako dan barang subsidi, penyaluran gas dan pupuk subsidi, layanan kredit murah, layanan logistik bekerja sama dengan POS Indonesia, penyaluran bantuan pemerintah, hingga penyerapan gabah petani.

Selain itu, pemerintah juga akan menghadirkan apotek obat murah melalui koperasi agar masyarakat dapat memperoleh obat dengan harga terjangkau di seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengatakan pemerintah menargetkan peresmian 30 ribu koperasi pada Agustus mendatang.

Namun, katanya, apabila jumlah yang berhasil diresmikan hanya mencapai 20 ribu koperasi, capaian tersebut tetap merupakan prestasi yang jarang ditemukan di negara lain dalam waktu satu tahun.

"Silakan diadakan suatu research, negara mana yang membangun, meresmikan 20 ribu koperasi dalam waktu satu tahun. Saya kira jarang," katanya.

Prabowo menilai target tersebut menunjukkan pemerintah dan berbagai institusi negara mampu bekerja secara luar biasa apabila memiliki kehendak, strategi, tekad, dan kerja sama.

Prabowo pun mengajak masyarakat untuk menghilangkan mental sebagai bangsa yang lemah dan kalah serta menegaskan Indonesia harus menjadi bangsa yang menang.

"Kita harus hilangkan sikap mental bahwa kita bangsa yang lemah, bahwa kita bangsa yang kalah. No! Kita tidak boleh jadi bangsa yang kalah. Kita harus jadi bangsa yang menang dan kita akan menang," pungkasnya.

Pewarta: Fathur Rochman

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026