Pengurus Masjid Agung Jami' Malang, di Kota Malang, Jawa Timur melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah, yang akan dilaksanakan pada Sabtu (21/3).

Ketua Takmir Masjid Agung Jami' Malang Athoillah Wijayanto, di Kota Malang, Jumat, menyampaikan, salah satu hal yang menjadi fokus persiapan pelaksanaan Shalat Id adalah ketepatan arah kiblat bagi para jamaah.

"Kemungkinan sekitar 10 ribu lebih jamaah yang melaksanakan Shalat Id (di Masjid Agung Jami' Malang) sehingga kami melakukan penataan dan memberi imbauan supaya arah kiblat agar tetap sesuai," kata Athoillah.

Menurutnya, pengaturan ketepatan arah kiblat dikarenakan jalan di depan masjid tersebut memiliki posisi yang tidak sepenuhnya lurus, sehingga akan memengaruhi kondisi saf jamaah.

Sebab, dengan jumlah jamaah yang mencapai 10 ribu orang itu pelaksanaan Shalat Id dipastikan akan menggunakan kawasan Alun-Alun Merdeka hingga meluber ke arah Jalan MGR Sugiyopranoto atau depan Gereja Hati Kudus Yesus hingga Jalan Basuki Rahmat.

"Kami khawatir jamaah melaksanakan shalat justru mengikuti arah jalan. Kami juga sudah komunikasi dengan pihak gereja untuk penggunaan jalan di depan gereja dan rutin kami lakukan setiap tahun," ucapnya.

Koordinasi juga untuk memastikan pelaksanaan Shalat Id tak sampai berdampak pada ibadah umat beragama lain.

Kementerian Agama (Kememag) menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada 21 Maret 2026.

Ketetapan Idul Fitri mengacu pada hasil rukyatul hilal yang menyatakan bahwa tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Secara hisab tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia masih di bawah ufuk, dengan ketinggian antara 0 54' 27" (0,91) sampai 3 07' 52" (3,13) dan sudut elongasi berada pada 4 32' 40" (4,54) sampai 6 06' 11" (6,10).

Merujuk kriteria MABIMS, awal bulan hijriah ditetapkan jika hilal memiliki tinggi minimal 3 derajat dan elongasi atau jarak sudut antara dua benda langit mencapai 6,4 derajat.

Pewarta: Ananto Pradana

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026