Tim SAR gabungan mengevakuasi lima anak buah kapal (ABK) KM Natasya 01 yang selamat setelah kapal nelayan dengan mesin ganda tersebut karam akibat menabrak karang bawah laut di perairan selatan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Senin.
Kapolsek Watulimo AKP Sunarto menyatakan, seluruh korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah sempat terombang-ambing di laut selama sekitar 12 jam sebelum akhirnya ditolong kapal nelayan yang melintas.
Peristiwa kecelakaan laut itu terjadi di sekitar perairan Pulau Solimo, Kecamatan Watulimo, Minggu (15/3) malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Nakhoda KM Natasya 01 Musoleh (36), warga Pekalongan, Jawa Tengah, mengatakan kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Pelabuhan Popoh, Tulungagung, untuk melaut sejak 26 Februari 2026.
"Tadi malam kami rencana kembali ke Pelabuhan Popoh setelah melaut sekitar 18 hari,” kata Musoleh di Trenggalek.
Namun saat perjalanan pulang, kapal yang dinakhodainya tiba-tiba menabrak karang yang tidak terlihat di permukaan laut.
Menurut Musoleh, kondisi gelap membuat keberadaan karang tidak terlihat sehingga kapal yang berkapasitas sekitar enam orang itu mengalami kebocoran pada lambung.
"Setelah menabrak, kapal bocor dan sekitar lima menit kemudian langsung tenggelam," ujarnya.
Para ABK yang berada di dalam kapal bergegas keluar untuk menyelamatkan diri sebelum kapal benar-benar tenggelam.
Musoleh mengatakan mereka kemudian bertahan di tengah laut dengan memanfaatkan penutup palka kapal sebagai alat bantu mengapung.
Selama sekitar 12 jam para ABK terombang-ambing di laut hingga akhirnya ditemukan oleh dua nelayan yang sedang memancing di sekitar lokasi kejadian.
"Alhamdulillah semua selamat. Kami ditemukan nelayan yang sedang mancing lalu dibawa ke darat," katanya.
KM Natasya 01 diketahui merupakan kapal nelayan berukuran sekitar lima gross tonnage (GT) yang saat kejadian membawa muatan ikan hasil tangkapan selama melaut.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026