Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Malang Muhammad Athoillah menyatakan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah setempat mayoritas menghidangkan makanan kering selama Ramadhan 2026.

Athoillah di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat, menyampaikan pemilihan menu makanan kering merupakan penyesuaian dari arah Badan Gizi Nasional (BGN).

"Kami (selama Ramadhan) mengirimkan menu MBG dalam bentuk kemasan, seperti buah, roti, telur, dan susu," kata dia.

Cara yang digunakan ini untuk memastikan program MBG tetap bisa berjalan dan layak dikonsumsi hingga waktu berbuka puasa tiba, sehingga tidak sampai mengalami basi.

Kota Malang sampai saat ini telah memiliki sebanyak 61 dapur MBG atau satuan pelayanan pemenuhan gizi yang tersebar di setiap wilayah kecamatan.

Athoillah juga menyampaikan bahwa mekanisme penyaluran telah disampaikan kepada seluruh SPPG se-Kota Malang melalui surat edaran.

"Kalau bisa tidak menggunakan santan dan sejenisnya," ucap Athoillah.

Sedangkan, untuk waktu pendistribusian paket MBG akan dilakukan siang hari, berbeda dengan situasi pada umumnya yang dilaksanakan pagi.

Namun, untuk sekolah yang mayoritas muridnya beragam non Muslim, maka jadwal pengiriman paket Makan Bergizi Gratis tidak mengalami perubahan. Penyajian hidangan makanan bagi para pelajar tetap menggunakan ompreng.

Hal serupa juga diberlakukan bagi para penerima manfaat program MBG yang menempuh pendidikan di pondok pesantren. Mereka tetap mendapatkan suplai makanan basah dan penyajiannya masih menggunakan ompreng.

Lebih lanjut, di Kota Malang, kata dia, sementara ini hanya ada satu pesantren yang menerima pendistribusian paket hidangan MBG.

Dia menambahkan pendistribusian untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) tetap berjalan seperti pada umumnya. Menu MBG dalam bentuk makanan basah dikirimkan pada Senin dan Kamis.

"Lalu Selasa dan Rabu diberikan makanan kemasan. Jumat dan Sabtu makanan kering," ucap dia.

Pewarta: Ananto Pradana

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026