Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Jawa Timur memberikan sosialisasi tentang kesiapsiagaan dan mitigasi bencana alam di SD Negeri Manjung, Kecamatan Panekan sebagai edukasi bagi siswa tentang penanganan saat bencana terjadi.
"Kegiatan ini adalah kerja sama dengan sekolah terkait mitigasi bencana alam hingga mengenalkan tentang 'animal rescue'," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan Eka Radityo dalam keterangannya di Magetan, Selasa.
Menurut dia, edukasi mitigasi bencana perlu sejak dini dikenalkan kepada anak-anak. Hal itu karena merupakan kunci keselamatan dalam penganan kebencanaan. Adapun tema kegiatan kali ini adalah "Kegiapsiagaan Murid dalam Menanggulangi Bencana".
"Melalui kegiatan tersebut, murid-murid belajar banyak hal penting tentang kebencanaan, mulai dari mengenali jenis bencana, mitigasi risiko bencana, teknik penyelamatan diri, termasuk juga pengenalan jenis binatang membahayakan seperti ular," kata dia.
Pihaknya menjelaskan tujuan kegiatan tersebut selain mitigasi juga mengedukasi agar siswa tidak panik dan tahu apa yang harus dilakukan saat bencana serta jika bertemu binatang berbisa di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.
Selain itu, Kabupaten Magetan juga merupakan daerah yang rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, hingga kebakaran hutan. Sehingga sosialisasi akan mitigasi bencana sangat penting.
Data BPBD Magetan mencatat ada 50 peristiwa bencana alam di Magetan dipicu oleh cuaca ekstrem yang terjadi selama periode 1-31 Januari 2026.
Sementara selama tahun 2025 secara total terdapat 238 kejadian bencana alam yang melanda Kabupaten Magetan, meliputi kejadian cuaca ekstrem angin kencang, tanah longsor, banjir luapan, kejadian evakuasi pencarian, dan pertolongan, serta kebakaran.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan seluruh siswa SD Negeri Manjung di Kecamatan Panekan tumbuh menjadi pribadi yang waspada, tenang, dan memiliki kesiapan mental dan fisik dalam menghadapi ancaman bencana.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026