Kepolisian Resor (Polres) Madiun Kota menyiagakan sebanyak 1.500 personel gabungan untuk mengamankan kegiatan lima tahunan musyawarah besar atau Parapatan Luhur (Parluh) tahun 2026 Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang digelar di Padepokan PSHT Madiun, Jatim.
"Personel yang kita libatkan ada sebanyak 1.500 anggota. Itu gabungan ada perbantuan dari Polres sekitar Kota Madiun dan juga Polda Jatim serta TNI. Karena banyak titik pintu masuk yang perlu kita antisipasi untuk situasi keamanan," ujar Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi di Madiun, Kamis.
Menurut dia, Parluh 2026 PSHT akan dilaksanakan pada 6-8 Februari 2026. Titik-titik masuk Kota Madiun akan dilakukan pengamanan serta pemetaan titik rawan.
Guna pengamanan lebih polisi juga melibatkan Satgas Sentot Prawirodirdjo, yakni relawan dari Paguyuban Pencak Silat Madiun. Kepolisian juga telah melakukan pemetaan sejumlah titik rawan keamanan dan menyiagakan personel.
Seperti diketahui, Parapatan Luhur adalah kegiatan musyawarah mufakat besar dan tertinggi lima tahunan PSHT untuk merumuskan arah kebijakan organisasi pada tingkat nasional. Kegiatan tersebut biasanya membahas sejumlah hal penting, di antaranya penyempurnaan AD/ART, penetapan majelis luhur atau dewan pusat, dengan puncaknya melakukan pemilihan ketua umum.
Parluh 2026 rawan konflik karena saat ini di tubuh PSHT terdapat dualisme kepemimpinan yang hingga kini masih dalam proses hukum perdata, baik di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) maupun di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI.
Dualisme kepemimpinan tersebut adalah Ketua Umum PSHT Pusat Madiun Moerdjoko dan Ketua Umum PSHT Muhammad Taufiq (berdasarkan keputusan Kemenkumham RI pada Juli 2025). Keduanya mengklaim sebagai pimpinan resmi dan memiliki pengikut massa besar.
Adapun Parluh 2026 yang digelar saat ini merupakan agenda dari kepemimpinan Ketua Umum PSHT Pusat Madiun Moerdjoko. Kegiatan tersebut ditentang keras oleh Ketua Umum PSHT Muhammad Taufik karena dinilai ilegal.
Massa dari kubu kepemimpinan Muhammad Taufik berusaha menolak dan membatalkan agenda tersebut dengan melakukan demonstrasi yang rawan gesekan di sejumlah titik seperti Alun-Alun Kota Madiun hingga berusaha mendatangi Padepokan Pendopo Agung PSHT di Jalan Merak Nomor 10 Kota Madiun yang menjadi lokasi kegiatan parluh.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026