PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember memastikan bahwa operasional perjalanan kereta api di wilayahnya sepanjang Pasuruan hingga Banyuwangi tetap aman dan berjalan normal pascagempa bumi di Pacitan, Jawa Timur, yang terjadi pada Selasa pagi. 

Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 terjadi pada Selasa pukul 08.20 WIB dengan pusat gempa berada di darat, sekitar 25 kilometer timur laut Pacitan, dengan kedalaman 105 kilometer.

"Getaran gempa dilaporkan terasa di beberapa titik wilayah Daop 9 Jember, seperti di Pasuruan dan Jember, sehingga kami melakukan pengecekan," kata Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Cahyo Widiantoro di Jember.

Ia mengatakan bahwa seluruh perjalanan kereta api yang melintas di wilayah Daop 9 Jember tetap beroperasi dengan aman dan lancar, tanpa terganggu getaran gempa bumi yang terasa di beberapa wilayah.

"Pascagempa, petugas prasarana kami langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur rel, jembatan, terowongan, serta perangkat persinyalan. Hasilnya, seluruh infrastruktur dinyatakan dalam kondisi aman dan laik operasi," ujar dia.

Ia menjelaskan bahwa KAI tetap meningkatkan kewaspadaan dengan terus melakukan pemantauan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan, namun sejauh ini belum ada laporan adanya gempa susulan.

"Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari komitmen KAI dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan memberikan rasa aman kepada seluruh penumpang," katanya.

KAI Daop 9 Jember juga mengimbau kepada penumpang untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengikuti arahan petugas di stasiun maupun di dalam perjalanan.

"Penumpang KA juga dapat memanfaatkan kanal informasi resmi KAI untuk memperoleh pembaruan kondisi operasional kereta api," ujar dia.

Gempa bermagnitudo 5,5 berpusat di timur laut Pacitan tersebut dirasakan sebagian warga Jember, namun guncangan gempa tersebut tidak terlalu kuat dan belum ada laporan terkait kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026