Surabaya - Galeri Malang Bernyanyi akan mendirikan museum musik Indonesia yang saat ini sudah terkumpul 7.000-an keping kaset, compact disc (CD) dan piringan hitam berisi rekaman lagu-lagu lama. "Dari 7.000 keping itu, selain murni musik, juga ada yang berisi wayang orang dan ludruk. Ternyata ada juga warga asing yang menyumbang, kami terima. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 30 persen koleksi asing, yakni dari Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Belanda dan Prancis," kata Ketua Galeri Malang Bernyanyi Hengki Herwanto kepada ANTARA saat berada di Surabaya, Sabtu. Dirut PT Transmarga Jatim Pasuruan (TJP) itu mengemukakan bahwa museum yang terletak di Perumahan Griya Santa Malang, Jatim, tersebut akan diresmikan pada 1 Januari 2013. Keberadaan museum itu diharapkan akan menjadi warisan berharga mengenai perkembangan seni musik di Tanah Air untuk para generasi mendatang. "Gagasan ini bertujuan untuk menyelamatkan sejarah musik Indonesia. Selama ini banyak hasil rekaman lama musik di Tanah Air yang sulit didapatkan. Ternyata ada sejumlah orang yang menyimpan koleksi lama itu dan kemudian diserahkan ke kami. Ada 287 penyumbang yang sudah menyerahkan koleksinya ke kami, termasuk penyanyi Ebit G Ade," katanya. Karena lokasi yang dinilai belum memadai, katanya, saat ini ribuan koleksi musik tersebut tidak semuanya dipajang. Sebagian ada yang disimpan di dalam kardus, namun semuanya tercatat dengan rapi, termasuk data penyanyi, judul lagu, dan nama penyumbangnya. Ia mengemukakan bahwa museum yang didirikan dengan dana dari sekelompok orang yang peduli musik Tanah Air itu nantinya sangat mungkin dikembangkan sesuai keinginan pemerintah untuk menunjang ekonomi kreatif. Namun untuk tahap awal, keberadaan museum itu hanya diarahkan untuk penyelamatan kekayaan musik Indonesia. "Semuanya sangat mungkin jika nanti museum ini berkembang dan banyak peminatnya. Mengenai koleksi yang ada, kami upayakan untuk bisa diputar jika ada pengunjung museum yang ingin mendengarkan musik yang mereka inginkan," kata Hengki. Sebagai bagian dari sosialisasi keberadaan museum itu, pihaknya mendukung pergelaran musik dengan menampilkan Ebit G Ade pada acara penandatangan kontrak pembangunan tol Gempol -Pasuruan seksi 1 (13,39 km) yang diselenggarakan di kawasan Bromo, Jatim, Jumat (7/12) malam. "Pada kegiatan itu, Ebit dan istrinya Yayuk Sugianto menyumbangkan pohon sebagai simbol dukungan penghijauan di jalan tol tersebut," kata Hengki. (*)

Pewarta:

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012