Nganjuk - Petugas Kepolisian Resor Nganjuk menangani kejadian kecelakaan menimpa pasangan suami istri di jalur tengkorak, Kertosono, Nganjuk, yang menyebabkan keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Nganjuk, Iptu Gendut Wisoko, Senin, mengemukakan kecelakaan itu bermula saat korban Hasan Afandi (31) warga Desa Sengkut, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk yang sedang membonceng istrinya, Endah Nuryani (28), melaju kencang dari arah Surabaya ke Nganjuk.

"Kendaraan yang mereka tumpangi melaju dengan kencang. Mereka hendak mendahului kendaraan di depannya," paparnya.

Sampai di Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom, lanjut dia, korban yang saat itu mengendarai sepeda motor Honda Mega Pro tersebut kaget melihat ada truk yang juga melaju kencang tepat dari arah depannya. Karena terlalu dekat dan kondisi jalan juga licin, karena baru hujan, akhirnya kecelakaan tidak dapat dihindari.

"Sepeda motor yang dikemudian korban tertabrak kendaraan itu. Tubuh keduanya juga remuk, dan langsung meninggal di lokasi kejadian," ucapnya.

Pihaknya mengaku masih melakukan penyelidikan dari kejadian tersebut. Selain tidak ada saksi yang mengetahui, warga juga tidak mengetahui pelat nomor kendaraan yang menabrak pasangan suami istri tersebut.

"Tidak ada yang mengetahui kejadian itu. Tapi, kami tetap berusaha untuk mencari pelaku, yang menabrak pasangan tersebut," katanya, menegaskan.

Saat ini, polisi sudah membawa jenazah kedua korban tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kertosono, Nganjuk untuk dibersihkan. Polisi juga sudah mendatangi rumah korban, di Desa Sengkut, Kecamatan Berbek, untuk memberitahukan kejadian tragis tersebut.

Polisi juga sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian. Sepeda motor milik korban yang remuk pun sudah dibawa ke markas, untuk dijadikan sebagai barang bukti.

Sejumlah warga mengaku sempat mendengar ada suara menggelegar di sekitar lokasi kejadian. Namun, mereka tidak menyangka suara itu adalah benturan antara sepeda motor dengan truk gandeng yang hingga kini pelakunya melarikan diri.

Warga juga tidak mengetahui pelat nomor dari pengemudi truk tersebut, karena saat kejadian kondisi jalur di tempat itu sedang sepi. Mereka berharap, kasus itu segera terkuak, dan polisi menahan pengemudi truk yang telah melarikan diri itu.(*)