Bojonegoro - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), mewaspadai tawuran antar anggota perguruan pencak silat yang biasa terjadi pada Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriah.

"Kami sudah menginstruksikan jajaran polsek melakukan pendekatan kepada petinggi perguruan pencak silat di wilayahnya masing-masing," kata Kapolres Bojonegoro AKBP Widodo, Rabu.

Menurut dia, pendekatan yang dilakukan tersebut, untuk mengendalikan anggota perguruan pencak silat yang diperkirakan menjelang Hari Raya Idul Fitri berdatangan dari berbagai daerah untuk mudik.

Selain itu, lanjutnya, pada Hari Raya Idul Fitri, masing-masing anggota perguruan pencak silat tersebut, akan berkumpul dan menimbulkan kerawanan terjadinya tawuran."Kami juga minta petinggi perguruan pencak silat ikut mengendalikan anggotanya," ucapnya, menegaskan.

Menjawab pertanyaan, kata Widodo, pengamanan pada Hari Raya Idul Fitri ini, disiagakan sebanyak 305 personel, belum termasuk personil Kodim 0813, Satpol PP, Linmas juga berbagai eleman masyarakat lainnya.

Sedangkan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya ditempatkan delapan pos lebaran yang siap melayani masyarakat. "Selama anggota perguruan pencak silat menggelar halal bihalal petugas polsek kami minta ikut mendampingi," katanya, menambahkan.

Ia menegaskan, pihaknya akan bertindak tegas dalam menghadapi aksi tawuran tersebut, dengan memproses secara hukum. Ia mencontohkan, dalam aksi tawuran anggota dua perguruan pencak silat yang baru saja terjadi semuanya ditahan di mapolres.