Jumat, 22 September 2017

Prajurit Para Raider Simulasikan Pembebasan Sandera

id Siswowidodo; Madiun; Jawa Timur; Prajurit Para Raider Simulasikan Pembebasan Sandera
Prajurit Para Raider Simulasikan Pembebasan Sandera
Prajurit TNI Yonif Para Raider 501 Kostrad/Bajra Yudha Madiun membebaskan karyawan hotel yang disandera oleh teroris dalam simulasi pembebasan sandera di Kota Madiun, Jawa Timur, Sabtu (26/8). (Foto Antara Jatim/Siswowidodo/2017/edm)
Kegiatan latihan simulasi pembebasan sandera ini dimaksudkan untuk menyiapkan para prajurit untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi di wilayah Madiun dan sekitarnya, sehingga bila sewaktu-waktu terjadi ancaman keamanan, prajurit kita siap menghadapi
Madiun (Antara Jatim) - Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Batalyon Infanteri (Yonif) Para Raider 501 Kostrad/Bajra Yudha Madiun menyimulasikan pembebasan dua orang karyawan hotel yang disandera teroris di Kota Madiun, Jawa Timur, Sabtu.

Komandan Brigadir Infanteri Para Raider 18 Trisula Kolonel Inf Renal Sinaga bersama Komandan Yonif Para Raider 501 Kostrad/Bajra Yudha Letkol Inf Edy Widyanto memantau langsung kegiatan simulasi pembebasan sandera mulai dari Hotel Merdeka di Jalan Pahlawan hingga sekitar 100 meter di selatan hotel itu.

Kolonel Renal Sinaga mengatakan latihan simulasi pembebasan sandera dimaksudkan untuk menyiapkan para prajurit untuk menghadapi ancaman yang mungkin bisa terjadi setiap saat.

"Kegiatan latihan simulasi pembebasan sandera ini dimaksudkan untuk menyiapkan para prajurit untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi di wilayah Madiun dan sekitarnya, sehingga bila sewaktu-waktu terjadi ancaman keamanan, prajurit kita siap menghadapi," kata Kolonel Renal Sinaga usai menyaksikan latihan prajurit Para Raider.

Sebelumnya, prajurit Para Raider Yonif 501 telah melakukan tiga kali latihan simulasi pembebasan sandera di tempat terpisah, yaitu di Alun-alun Kota Madiun, di Sun Hotel Kota Madiun dan Waduk Bening Saradan, Kabupaten Madiun. Menurut Renal Sinaga, latihan-latihan tersebut saling berkaitan.

"Latihan-latiuan itu bertingkat dan berlanjut. Ada teknik perorangan, latihan dalam kesatuan kecil dan berlanjut pada kesatuan lebih besar. Nah, latihan sekarang ini merupakan tingkatan lanjutan dari latihan-latihan sebelumnya," ujarnya menjelaskan.

Dalam simulasi tersebut diskenariokan, para teroris menguasai lokasi Hotel Merdeka dan menyandera dua orang, General Manager hotel Kartini dan Supervisor Loundry Agus Setiawan. Dalam kondisi terdesak para teroris berusaha membawa kabur tawanannnya menggunakan bus melaju dengan kecepatan tinggi.

Namun para prajurit Para Raider Yonif 501 melakukan pengejaran menggunakan mobil khusus maupun sepeda motor. Akhirnya bus bisa dihadang, penyandera berhasil dilumpuhkan dan tawanan bisa diselamatkan.

Latihan penanggulangan teroris yang melibatkan 37 orang prajurit tersebut sempat memacetkan jalan protokol tersebut selama sekitar 20 menit, karena jalan di depan hotel harus steril. Ledakan-ledakan persenjataan SS 2V 4, pistol dan soft gun yang digunakan untuk simulasi sempat mengagetkan warga dan pengguna jalan, karena hanya internal hotel yang diberitahu sebelumnya tentang rencana latihan.  (*)

Editor: Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0208 seconds memory usage: 0.6 MB