Jumat, 22 September 2017

Petrokimia Gresik Luncurkan Aplikasi "Petroxfert"

id aplikasi Petroxfert, Aplikasi Pertanian, Petrokimia Gresik, aplikasi pemupukan, pola pemupukan
Petrokimia Gresik Luncurkan Aplikasi
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat (kiri) bersama Direktur Utama PG Nugroho Christijanto (kanan) (Foto Istimewa)
Aplikasi Petroxfert sudah bisa diunduh melalui 'Google Playstore' atau laman www.petroxfert.com, dan aplikasi ini sebuah persembahan kami untuk mendukung program kedaulatan pangan nasional
Gresik (Antara Jatim) - Petrokimia Gresik meluncurkan aplikasi berbasis android bernama "Petroxfert", yaitu aplikasi panduan bagi petani dan masyarakat umum untuk mengetahui pola pemupukkan pada sebuah lahan pertanian.

"Aplikasi Petroxfert sudah bisa diunduh melalui 'Google Playstore' atau laman www.petroxfert.com, dan aplikasi ini sebuah persembahan kami untuk mendukung program kedaulatan pangan nasional," kata Direktur Utama Petrokimia Gresik Nugroho Christijanto pada acara hari ulang tahun (HUT) ke-45 perusahaan itu di Gresik, Senin.

Nugroho mengatakan, aplikasi Petroxfert merupakan sebuah media informasi mengenai berbagai jenis produk Petrokimia yang juga merupakan salah satu BUMN, mulai dari pupuk, non-pupuk, produk pengembangan, serta pestisida. 

"Aplikasi ini pada dasarnya dapat digunakan oleh siapa saja sebagai panduan untuk mengetahui seluruh produk Petrokimia Gresik, mulai dari spesifikasi hingga cara aplikasi produk," katanya.

Selain itu, kata dia, aplikasi ini juga memiliki sejumlah fitur, seperti 'Agri Calc' atau alat hitung untuk menghitung dan mengetahui berapa kebutuhan pupuk per hektar pada setiap komoditas tanaman. 

Selanjutnya, ada juga fitur Bagan Warna Daun (BWD) yaitu alat untuk mengukur tingkat kehijauan daun guna mengetahui takaran dan waktu pemberian pupuk Nitrogen (N) atau Urea yang tepat. 

"Terakhir, ada fitur budi daya Pertanian yang berisi tutorial (artikel maupun video) budi daya tanaman pertanian dan perkebunan," katanya.

Nugroho menyebutkan, pemanfaatan teknologi berbasis android pada pertanian didasarkan data pengguna gawai di Indonesia terus tumbuh secara signifikan. 

"Data Kemenristekdikti menyebut pengguna gawai di Indonesia saat ini mencapai 25 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 65 juta pengguna. Bahkan, angka ini diyakini terus meningkat tajam di masa yang akan datang," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, Petrokimia Gresik memanfaatkan dengan mengembangkan sebuah aplikasi berbasis android yang sekaligus menjadi sarana promosi dan edukasi bagi konsumen.

Ke depan, kata Nugroho, aplikasi ini akan terus dikembangkan dengan jangkauan fungsi yang lebih luas dan diperkuat dengan fitur yang lebih canggih. Salah satunya adalah sebagai media penjualan komersil sebagaimana jaringan aplikasi penjualan umum yang telah ada di Indonesia.

"Jadi ke depan, konsumen bisa saja memesan produk kami melalui aplikasi ini," kata dia. (*)

Editor: Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0081 seconds memory usage: 0.58 MB