Jumat, 22 September 2017

Beberapa PTS Akui Serapan Dana Riset Masih Minim

id Perguruan tinggi swasta, serapan dana riset
Beberapa PTS Akui Serapan Dana Riset Masih Minim
Wakil Rektor Unusa Prof Kacung Marijan.
"Tahun lalu serapan anggaran Kemenristekdikti kami masih minim, masih Rp2 miliar saja," ujarnya.
Surabaya (Antara Jatim)  - Beberapa perguruan tinggi swasta di wilayah Jawa Timur mengakui masih minim dalam hal menyerap dana riset yang didapatkan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Surabaya Aziz Alimul Hidayat di Surabaya, Selasa mengakui kendala yang dialami pihaknya dalam menyerap dana riset dari Kemenristekdikti adalah disebabkan kebanyakan dosen di kampusnya merupakan dosen muda yang belum memenuhi persyaratan untuk memperoleh dana riset.

"Tahun lalu serapan anggaran Kemenristekdikti kami masih minim, masih Rp2 miliar saja," ujarnya.

Untuk itu, kampusnya meminta satu minta satu dosen membuat satu riset untuk kemudian diseleksi internal. Seleksi internal itu dimaksudkan untuk menentukan riset mana yang akan diajukan ke Kemenristekdikti atau didanai secara internal. Selain itu, pendanaan secara internal ini sebagai bekal persiapan untuk dosen muda sebagai dosen pemula.

Dia menjelaskan besaran dana riset yang diterima sekitar Rp10 juta hingga Rp15 juta untuk perseorangan. Sedangkan jika dilakukan riset bersama untuk unggulan program studi besaran insentifnya mencapai Rp25 juta.

"Biasanya kami tentukan tema dan arah risetnya, memang saat ini lebih banyak serapan dana internal kami," ujarnya.

Aziz mengungkapkan, tahun ini dana riset internal UM Surabaya mencapai Rp1 miliar, jumlah ini dipastikan akan terserap 100 persen. Sedangkan dari Kemenristekdikti, UM Surabaya mendapat jatah Rp5 miliar, yang akan diusahakan terserap dengan pengajuan hasil seleksi dari 100 riset dosen.

Kesulitan yang sama juga dialami Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Wakil Rektor Unusa, Prof Kacung Marijan mengatakan di kampusnya lebih banyak serapan anggaran riset internal. Untuk itu, pihak Unusa juga menyediakan insentif sebesar Rp5 juta untuk setiap riset yang dilakukan.

"Meskipun banyak penelitian internal, tetapi tetap kami dorong karena riset ini mempengaruhi akreditasi institusi," tuturnya.***4***

(T.KR-IDS/B/B015/B015) 12-09-2017 19:05:44

Editor: Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.1117 seconds memory usage: 0.58 MB