Jumat, 22 September 2017

INES: 37 Persen Masyarakat Belum Tahu Pilkada Jatim 2018

id ines, survei, kpu, pilkada jatim
INES: 37 Persen Masyarakat Belum Tahu Pilkada Jatim 2018
Direktur Eksekutif INES, Sutisna (dua kanan) di sela penyampaian hasil survei menjelang Pilkada Jatim 2018 di Graha PWI Jatim di Surabaya, Sabtu (26/8). (Foto Fiqih Arfani)
KPU harus lebih ekstra dalam bersosialisasi ke masyarakat terkait waktu pelaksanaan Pilkada Jatim
Surabaya (Antara Jatim) - Lembaga survei "Indonesia Network Election Survey" (INES) menyarankan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur terus melakukan berbagai upaya menyosialisasikan gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) setempat pada 27 Juni 2018.

"KPU harus lebih ekstra dalam bersosialisasi ke masyarakat terkait waktu pelaksanaan Pilkada Jatim," ujar Direktur Eksekutif INES Sutisna kepada wartawan di sela penyampaian hasil survei di Graha PWI Jatim di Surabaya, Sabtu.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukannya pada 7-19 Agustus 2017, sebanyak 37,6 persen masyarakat belum mengetahui adanya Pilkada Jatim, sedangkan 62,4 persen responden sudah mengetahuinya.

Sosialisasi, kata dia, diperlukan agar masyarakat mengetahui sekaligus meningkatkan partisipasi angka pemilih di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) se-Jatim.

Pada kesempatan tersebut, INES juga merilis hasil survei kandidat menjelang Pilkada Jatim, antara lain tingkat popularitas, yaitu La Nyalla Matallitti dengan 81,2 persen, kemudian Khofifah Indar Parawansa 76,4 persen.

"Selanjutnya Saifullah Yusuf dengan 75,3 persen responden, serta berikutnya Tri Rismaharini dengan 72,3 persen," ucapnya.

Pada survei tersebut, jumlah respondennya 2.964 orang dengan tingkat kepercayaannya 95 persen dan tingkat kesalahannya kurang lebih 1,8 persen.

"Pedomannya pada populasi daftar pemilih tetap (DPT) Jatim pada Pemilihan Presiden 2014 sebanyak 30.664.058 orang. Surveinya dilakukan dengan wawancara tatap muka dan pengisian kuisioner," katanya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi terpisah, Komisioner KPU Jatim Choirul Anam mengaku pihaknya secara berkala baik ada Pemilu atau tidak senantiasa melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada masyarakat.

KPU Jatim, kata dia, juga sudah membentuk 30 orang relawan demokrasi yang mewakili lima segmen, yaitu pemilih pemula, pemilih disabilitas, pemilih perempuan, pemilih marjinal dan pemilih dengan basis keagamaan.

"Pembentukannya sudah sejak setahun lalu dan dibekali dengan kemampuan kepemiluan untuk membantu sosialisasi KPU Jatim. Masih ada lagi upaya agar tingkat partisipasi pemilih di setiap Pemilu atau Pilkada semakin tinggi," katanya. (*)

Editor: Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0135 seconds memory usage: 0.58 MB