Jumat, 22 September 2017

Panglima Resmikan Produksi Film "Merah Putih memanggil"

id PANGLIMA TNI, RESMIKAN PRODUKSI FILM. MERAH PUTIH MEMANGGIL, pasukan khusus tni, kopassus, marinir, kopaska, tni al, tni au
Panglima Resmikan Produksi Film
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Jakarta, (Antara) - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meresmikan produksi film "Merah Putih Memanggil" yang melibatkan pasukan khusus TNI, di Gedung Suma 2 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat.

"Film ini digagas dengan tujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat dan pihak luar bahwa TNI akan selalu siap melindungi seluruh warga negara Indonesia," kata Panglima TNI.

Film tersebut rencananya akan tayang perdana pada 5 Oktober 2017 bertepatan dengan perayaan HUT TNI.

Tujuan film ini untuk menunjukkan bahwa TNI mempunyai kemampuan yang sangat tinggi untuk melakukan operasi militer di daerah manapun.

"Kami ingin meyakinkan masyarakat maupun pihak luar bahwa TNI selalu ada untuk melindungi seluruh warga negara Indonesia dari ancaman teroris," ucapnya, menegaskan.

Film 'Merah Putih Memanggil' bercerita tentang operasi pembebasan WNI di kapal pesiar yang disandera oleh sekelompok teroris.

"Satu orang awak kapal ditembak mati di kapal karena melakukan pembangkangan. Empat orang awak kapal termasuk kapten beserta tiga orang warga negara Prancis, satu orang warga negara Kanada dan satu orang warga negara Korea Selatan diculik dan dibawa ke suatu daerah di bagian selatan negara tetangga," kata penulis skenario, TB Silalahi.

Pimpinan penculik meminta tebusan dari negara-negara yang warga negaranya diculik dan sudah barang tentu termasuk Indonesia. TNI tidak bisa berbuat apa-apa karena teroris itu berada di negara Iain/tetangga.

Negara tetangga tersebut juga sedang kewalahan menghadapi para teroris ini, karena Pemerintahnya sendiri mengalami banyak masalah dalam negeri.

Namun, karena pendekatan dari Pemerintah Indonesia negara tetangga tersebut memberi izin dan kesempatan kepada TNI untuk masuk ke daerahnya untuk membebaskan sandera dibatasi dalam waktu 2x24 jam.

Untuk itu TNI membuat rencana Operasi Gabungan yang melibatkan semua angkatan. TNI AD melakukan operasi tertutup/pendadakan dengan mengirimkan 1 tim dari Batalyon Anti-Teror Kopassus yang diterjunkan malam hari secara "free fall".

"Dalam keadaan siap siaga akan dibantu pesawat tempur dari TNI AU serta kapal-kapal perang TNI AL di pantai serta operasi Kopaska atau Pasukan Katak dan Batalyon Marinir untuk didaratkan. Semua satuan-satuan TNI ini akhirnya dilibatkan," papar TB Silalahi saat memaparkan sinopsis film itu.

Akhirnya operasi pembebasan berjalan dengan berhasil, walaupun ada korban di pihak TNI dan di lain pihak pasukan teroris dalam jumlah yang besar dapat dilumpuhkan dan dihancurkan.

Dalam film ini juga, ucap TB Silalahi, ditunjukkan aspek manusiawi antara lain kisah keluarga yang ditinggal dan terjalinnya percintaan antara perempuan warga negara Prancis dan Komandan Team yang masih lajang yang dilatarbelakangi perasaan berhutang budi karena jiwa dan keluarganya diselamatkan.

Film ini disutradarai Mirwan Suwarso dan diproduseri oleh Jose S. Karjadi, yang melibatkan pasukan Kopassus TNI AD, Marinir, Kopaska, Penerbal, KRI Diponegoro, kapal selam KRI Nanggala dan Skadron pesawat tempur Sukhoi SU-30 dari TNI AU.

Panglima TNI pun sempat memeriksa sejumlah alutsista seperti senjata AX-308, Minimi Para Machine Gun dan alat selam Ampora milik Kopaska.

"Merah Putih Memanggil" dibintangi oleh Maruli Tampubolon, seorang personel TNI AD dan beberapa bintang film nasional, antara lain Verdy Bhawanta, Aryo Wahab, Restu Sinaga dan Prisia Nasution.(*)

Editor: Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0108 seconds memory usage: 0.59 MB